Program MBG Libur, Agen Ayam di Lampung Tengah Justru Raup Untung Besar 
Reny Fitriani July 03, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah  – Terhentinya operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah biasanya menjadi momok bagi sebagian pelaku usaha pangan.

Baca Juga: Antisipasi Kriminalitas, Sat Samapta Polres Lampung Tengah Perketat Jalur Buyut-Kotagajah

Namun, kondisi berbeda justru dirasakan oleh para agen ayam potong di Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. 

Mereka justru mendulang berkah berlipat di tengah mandeknya serapan program tersebut.

Bambang, seorang agen ayam potong di Kampung Sukajawa, mengungkapkan bahwa liburnya sekolah berujung pada penurunan serapan daging ayam skala besar. 

Kondisi ini, ditambah dengan masuknya bulan Suro, sukses membuat harga ayam di tingkat perusahaan anjlok drastis dari Rp25.000–Rp26.000 menjadi hanya Rp16.000 per kilogram.

Namun, penurunan harga akibat libur MBG ini justru menjadi pemicu meroketnya omzet agen eceran. 

Dengan harga jual bersih ke konsumen yang kini menyentuh Rp 20.000 per kilogram, warga kampung langsung berbondong-bondong memborong ayam potong.

Menurut Bambang, murahnya harga ayam saat ini sangat ramah di kantong masyarakat pedesaan, sehingga penjualan ecerannya justru jauh lebih laris manis dibanding hari biasa.

"Batine akeh (untungnya banyak), Mas. Enak menjualnya sekarang karena harga murah jadi tambah laris," ujar Bambang, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, daya beli warga kampung untuk mengonsumsi daging ayam melonjak karena harganya yang sangat terjangkau. 

"Orang-orang kampung sekarang pada beli ayam potong. Coba kalau harganya mahal, warga pasti malas beli dan lebih milih mendahulukan beli beras," imbuhnya.

Dampak positif dari anjloknya harga ini terlihat jelas pada volume penjualan harian Bambang.

Saat harga ayam sedang tinggi dan program berjalan normal, ia biasanya hanya mampu menjual sekitar 1 hingga 2 kuintal ayam per hari. 

Namun, sejak program MBG libur dan harga merosot bebas, penjualannya justru melonjak hingga dua kali lipat, mencapai 2,5 kuintal per hari.

Melihat keuntungan dan antusiasme warga yang tinggi, 

Bambang kelakar berharap kondisi harga murah ini bisa bertahan lama. 

"Sebagai agen kalau bisa harganya murah terus begini, biar lancar terus dapat duitnya," pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.