Maros Pangkep UNESCO Global Geopark Akan Direvalidasi, 6 Rekomendasi Jadi Penilaian Utama
Ari Maryadi July 03, 2026 06:07 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Badan Pengelola Kawasan Warisan Dunia Maros Pangkep UNESCO Global Geopark mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang proses revalidasi status UNESCO pada 27–31 Juli 2026 mendatang.

Evaluasi empat tahunan ini menjadi penentu apakah kawasan tersebut masih layak menyandang predikat UNESCO Global Geopark.

Maros Pangkep Global Geopark ditetapkan menjadi kawasan peninggalan dunia oleh UNESCO pada Mei 2023 lalu.

Hal itu diungkap oleh, General Manager Badan Pengelola Kawasan Warisan Dunia Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, Dedy Irfan Bachri, saat ditemui di salah satu Cafe Jl Sawerigading, Makassar, Jumat (3/7/2026).

Revalidasi merupakan mekanisme rutin UNESCO untuk memastikan status yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan.

“Geopark Maros Pangkep saat ini sudah menjelang umurnya yang keempat tahun," kata Dedy kepada Tribun-Timur.com.

Meski empat tahun terdengar cukup lama, waktu tersebut terasa sangat singkat bagi pengelola karena sejak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023, pihaknya langsung fokus memenuhi enam rekomendasi yang diberikan UNESCO.

Dedy mengaku, enam rekomendasi tersebut menjadi aspek pertama yang akan diperiksa tim evaluator saat melakukan kunjungan revalidasi.

"Nah, itulah yang akan mereka cek pertama kali pada saat mereka tiba nanti melakukan revalidasi atau evaluasi kembali empat tahunan dari status ini,” ungkapnya.

Predikat UNESCO Global Geopark, kata Dedy, bukanlah status permanen. 

Karena itu, setiap empat tahun UNESCO akan mengevaluasi dampak keberadaan geopark terhadap pengelolaan kawasan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menghadapi proses tersebut, Badan Pengelola telah menyusun program khusus menuju revalidasi 2026. 

"Kita sudah bergerak sejak April untuk proses kerjanya, namun sebenarnya ini kami mulai sejak tahun 2023," jelasnya.

"Jadi setelah ditetapkan, semua program yang kita kejar mengacu pada rekomendasi UNESCO,” tambah dia.

Tim asesor UNESCO, lanjut Dedy, dijadwalkan berada di kawasan Maros-Pangkep pada 27 hingga 31 Juli 2026 untuk melakukan evaluasi lapangan sekaligus menilai implementasi berbagai rekomendasi yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. 

Hasil revalidasi tersebut akan menjadi penentu kelanjutan status Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.