TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perombakan skuad PSIM Yogyakarta jelang bergulirnya Super League 2026/2027 terus berlanjut. Kali ini, manajemen Laskar Mataram resmi mengakhiri kerja sama dengan pemain asing asal Belanda, Anton Fase.
Kepergian Anton menjadikannya sebagai pemain kelima yang meninggalkan PSIM pada bursa transfer musim ini.
Sebelumnya, Laskar Mataram telah lebih dulu berpisah dengan Deri Corfe, Ikhsan Chan, Donny Warmerdam, dan Andy Setyo Nugroho.
Pemain kelahiran Haarlem, Belanda, 6 Februari 2000 itu berposisi utama sebagai sayap kiri, namun juga mampu bermain di sektor sayap kanan.
Sayangnya, perjalanan Anton bersama PSIM tidak berjalan mulus setelah diterpa cedera yang memaksanya menepi dalam waktu cukup lama.
Sepanjang musim lalu, Anton hanya mampu mencatatkan sembilan penampilan dari total 34 pertandingan PSIM.
Cedera retak pada jari kaki yang dialaminya di pertengahan musim membuat proses pemulihannya berlangsung lebih lama dari perkiraan.
General Manager PSIM, Steven Sunny, mengatakan Anton sebenarnya mampu memberikan kontribusi positif pada awal musim sebelum mengalami cedera.
“Waktu awal musim penampilannya cukup bagus dan sangat membantu tim. Sayangnya dia mengalami cedera retak di bagian jari kaki pada pertengahan musim kemarin dan pemulihannya memang memakan waktu yang cukup signifikan dari ekspektasi,” kata Steven, Jumat (3/7/2026).
Meski harus berpisah, manajemen PSIM tetap memberikan apresiasi atas dedikasi Anton selama berseragam Laskar Mataram.
Steven berharap pemain berusia 26 tahun tersebut dapat melanjutkan kariernya dengan lebih baik di klub berikutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi Anton dengan tim, dan kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier Anton selanjutnya,” tutup Steven.