Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Memasuki tahun ajaran baru, kebutuhan masyarakat akan dana cepat mengalami peningkatan.
Baca juga: Layanan Gadai Emas di Lampung Meningkat Pesat Menjelang Tahun Ajaran Baru
Kondisi tersebut turut berdampak pada meningkatnya transaksi gadai di Pegadaian Cabang Teluk Betung, Bandar Lampung.
Pimpinan Cabang Pegadaian Teluk Betung, Niko Aditriansyah mengatakan peningkatan jumlah nasabah merupakan tren yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Terutama pada semester pertama ketika masyarakat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak.
"Setiap memasuki tahun ajaran baru memang ada peningkatan. Biasanya masyarakat membutuhkan dana untuk biaya sekolah, mulai dari uang pangkal, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. Pegadaian menjadi salah satu solusi yang dipilih masyarakat," ujar Niko Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, barang jaminan yang paling banyak digadaikan masih didominasi oleh emas perhiasan. Selain mudah dimiliki masyarakat, proses pencairan dana melalui gadai emas dinilai cepat dan praktis.
"Mayoritas nasabah masih menggadaikan perhiasan emas. Namun, tidak sedikit juga yang menggunakan emas batangan. Seiring meningkatnya edukasi investasi, masyarakat mulai menyimpan emas batangan sehingga kini juga menjadi salah satu barang jaminan yang cukup banyak," jelasnya.
Niko menambahkan, layanan Pegadaian tetap menjadi pilihan karena menawarkan proses yang sederhana dan cepat.
Nasabah hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk memperoleh pencairan dana setelah persyaratan dipenuhi.
"Salah satu keunggulan kami adalah prosesnya cepat, aman, dan mudah. Dalam waktu sekitar 15 menit, dana sudah bisa dicairkan sehingga sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dana secara mendesak," katanya.
Meski harga emas sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat memanfaatkan layanan gadai.
Menurut Niko, perubahan harga emas memang memengaruhi besaran nilai pinjaman. Namun tidak mengurangi kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan.
"Harga emas memang naik turun sehingga nilai pinjaman ikut menyesuaikan. Namun, kebutuhan masyarakat tetap ada dan Pegadaian masih menjadi solusi keuangan yang dipercaya," ungkapnya.
Dari sisi jumlah kunjungan, Pegadaian Cabang Teluk Betung mencatat adanya peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Meski tidak menyebutkan angka pasti, Niko memperkirakan jumlah nasabah meningkat sekitar 10 hingga 20 persen selama periode tahun ajaran baru.
"Kalau dilihat dari jumlah nasabah yang datang, ada peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat memang meningkat pada periode ini," tuturnya.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)