TRIBUNNEWS.COM - Ketika berkunjung ke Masjidil Haram, Makkah, jemaah akan selalu menjumpai burung-burung beterbangan dan hinggap di pelataran masjid.
Burung-burung tersebut tampak hidup berdampingan dengan para jemaah tanpa rasa takut, bahkan tetap berada di sekitar Masjidil Haram meski kawasan itu dipadati manusia.
Menurut penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, banyaknya burung di sekitar Masjidil Haram bukan sekadar fenomena alam.
Namun juga berkaitan dengan kemuliaan Kota Makkah sebagai tanah haram yang dijamin keamanannya oleh Allah SWT.
"Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran: wat-tîni waz-zaitûn, wa thûri sînîn, wa hâdzal-baladil-amîn, dan demi negeri (Makkah) yang aman ini," ujarnya saat mendampingi tim Media Center Haji (MCH) menyusuri kawasan Masjidil Haram, pekan lalu.
"Keamanan Kota Suci Makkah tidak hanya diperuntukkan bagi manusia, tetapi juga bagi binatang-binatang buruan yang ada di dalamnya, termasuk burung-burung ini," sambungnya.
Ustaz Musyaddad kemudian mengutip penggalan sabda Rasulullah SAW, "Fala yunaffaru shaiduha."
Musyaddad menjelaskan, hadis tersebut bermakna, binatang buruan di Tanah Suci tidak boleh diusir.
هَلْ تَدْرِي مَا لَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا هُوَ أَنْ يُنَحِّيَهُ مِنْ الظِّلِّ يَنْزِلُ مَكَانَهُ
"Apakah kamu mengerti yang dimaksud dengan dilarang memburu binatang buruan? Yaitu menyingkirkannya dari tempat berlindung yang dijadikannya tempat bersinggah." (HR. Bukhari)
Baca juga: Mengapa Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin meski Cuaca Terik? Ini Rahasianya
Menurutnya, larangan tersebut termasuk adab yang perlu dijaga oleh setiap muslim saat berada di Makkah.
Karena itu, ia mengimbau jemaah agar tidak sengaja mengejar, mengusir, atau membuat burung-burung beterbangan hanya untuk mengambil foto maupun video.
"Banyak yang tidak memahami hal ini. Burung-burung itu diusir hanya untuk membuat konten video. Jelas, leterlek Rasulullah SAW mengatakan: Tanah suci ini tidak diusir binatang buruan."
"Itulah yang menyebabkan burung-burung ini datang ke sini karena dia merasa aman. Maka jangan kita usir, jangan kita ganggu," pungkasnya. (*)