Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok memperkuat konektivitas kereta api menuju pelabuhan penyeberangan orang dan terminal penumpang kapal laut
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada tiga stasiun yang terkoneksi dengan pelabuhan penumpang, yaitu Stasiun Merak di Banten, Stasiun Ketapang di Banyuwangi, dan Stasiun Tanjung Priok di Jakarta Utara. Sepanjang Semester I 2026, ketiga stasiun tersebut melayani 3.880.577 pergerakan pelanggan naik dan turun, meningkat 5,12% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 3.691.429 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, capaian ini menunjukkan peran kereta api sebagai penghubung penting menuju simpul transportasi laut yang melayani perjalanan orang.
“Tidak semua pelabuhan memiliki layanan penumpang. Karena itu, stasiun yang terkoneksi dengan pelabuhan penyeberangan orang dan terminal penumpang kapal laut memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat melanjutkan perjalanan antarmoda secara lebih mudah,” ujar Anne.
Stasiun Merak menjadi salah satu simpul penting bagi pelanggan yang akan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Pulau Sumatra. Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Merak mencatat 306.571 pelanggan gate in dan 331.640 pelanggan gate out. Total pergerakan pelanggan mencapai 638.211 pelanggan, meningkat 16,64% dibanding Semester I 2025 sebanyak 547.171 pelanggan.
Stasiun Merak melayani pelanggan Commuter Line Lokal relasi Rangkasbitung–Merak. Pada lintas ini, KAI juga menghadirkan Kereta Petani Pedagang yang memberi ruang perjalanan lebih ramah bagi petani, pedagang, dan masyarakat yang membawa barang dagangan maupun hasil pertanian.
Selama Semester I 2026, Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 26.074 pelanggan. Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan, terdiri atas 4.115 pelanggan pada periode awal operasional Desember 2025 dan 26.074 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026.
Kinerja positif juga terlihat pada KA Lokal reguler relasi Rangkasbitung–Merak. Sepanjang Semester I 2026, layanan ini melayani 2.414.115 pelanggan, meningkat 9,40% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.206.671 pelanggan.
“Lintas Rangkasbitung–Merak memiliki peran yang dekat dengan kebutuhan harian masyarakat. Ada pelanggan yang bekerja, berdagang, membawa hasil pertanian, berwisata, hingga melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Merak,” kata Anne.
Selain Merak, Stasiun Ketapang di Banyuwangi juga menjadi simpul penting konektivitas kereta api dengan Pelabuhan Ketapang yang melayani penyeberangan menuju Gilimanuk, Bali. Stasiun yang sebelumnya dikenal dengan nama Stasiun Banyuwangi Baru ini berada sangat dekat dari pelabuhan. Setelah turun dari kereta api, pelanggan dapat berjalan kaki menuju area pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan dengan kapal feri.
Sepanjang Semester I 2026, Stasiun Ketapang melayani 191.115 pelanggan naik dan 211.347 pelanggan turun. Total pergerakan pelanggan mencapai 402.462 pelanggan, tumbuh 7,06% dibanding Semester I 2025 sebanyak 375.927 pelanggan.
Di Jakarta Utara, Stasiun Tanjung Priok juga memiliki peran sebagai stasiun yang terkoneksi dengan kawasan pelabuhan penumpang. Berbeda dengan Merak dan Ketapang yang melayani akses menuju pelabuhan penyeberangan ferry, Tanjung Priok terhubung dengan terminal penumpang kapal laut.
Sepanjang Semester I 2026, Stasiun Tanjung Priok mencatat 1.488.531 pelanggan gate in dan 1.351.373 pelanggan gate out. Total pergerakan pelanggan mencapai 2.839.904 pelanggan, meningkat 2,59% dibanding Semester I 2025 sebanyak 2.768.331 pelanggan.
Stasiun Tanjung Priok saat ini melayani Commuter Line lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok. Lintas ini juga semakin relevan setelah hadirnya layanan Commuter Line yang terhubung dengan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS), sehingga memperluas pilihan mobilitas masyarakat di kawasan Jakarta Utara.
Anne menyampaikan, konektivitas stasiun dengan pelabuhan penumpang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pelanggan dapat menggunakan kereta api untuk menjangkau pelabuhan dengan perjalanan yang lebih terjadwal, efisien, dan terhubung dengan pusat aktivitas.
“KAI akan terus memperkuat layanan di stasiun-stasiun yang memiliki peran strategis bagi konektivitas antarmoda. Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok menunjukkan bahwa kereta api dapat menjadi penghubung penting menuju perjalanan laut, baik untuk penyeberangan orang maupun kapal penumpang antarpulau,” tutup Anne.





