TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo menerima kunjungan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan observasi data dan kajian teknis pengembangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) sebagai bagian dari penguatan riset di sektor industri gula nasional.
Kajian tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama antara BRIN dan SGN yang telah terjalin sejak 29 April 2025. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berupaya menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan industri gula sekaligus meningkatkan daya saing produk gula nasional.
General Manager PG Ngadiredjo, Faiz Humami, mengatakan kunjungan BRIN difokuskan untuk mengevaluasi kesiapan pabrik dalam pengembangan GKR, mulai dari standar produksi hingga teknologi pengolahan yang digunakan.
"Kedatangan BRIN ke PG Ngadiredjo ini melakukan kajian teknis potensi pengembangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) untuk mengevaluasi standar produksi dan teknologi pengolahan dalam menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang," kata Faiz, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Insiden Tabrakan di Kota Blitar, Intan Diseruduk Motor saat Buka Pintu Mobil yang Terparkir
Dalam kajian tersebut, tim BRIN melakukan observasi terhadap sejumlah aspek penting. Salah satunya adalah pengujian mutu guna memastikan gula yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian tinggi sesuai standar yang dibutuhkan industri.
Selain kualitas produk, efisiensi operasional juga menjadi perhatian. Evaluasi dilakukan terhadap penggunaan mesin dan teknologi pengolahan agar proses produksi dapat berjalan lebih hemat energi sekaligus meningkatkan produktivitas pabrik.
Kajian itu juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan regulasi, termasuk kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku untuk produk gula. Hasil penelitian nantinya diharapkan menjadi rekomendasi teknis bagi pengembangan industri gula yang lebih modern dan berdaya saing.
"Melalui sinergi antara dunia riset dan industri, kami berharap kajian ini menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses, serta daya saing industri gula Indonesia menuju kemandirian dan swasembada gula nasional," papar Faiz.
Di sisi lain, PG Ngadiredjo saat ini juga tengah memasuki musim giling 2026. Hingga awal Juli, proses penggilingan tebu dilaporkan berjalan lancar dengan capaian produksi mendekati 3 juta kuintal dari target keseluruhan sebesar 11 juta kuintal pada musim giling tahun ini.
Faiz berharap pasokan bahan baku tebu tetap terjaga sehingga target produksi dapat tercapai sesuai rencana.
"Kami berharap proses giling terus berjalan lancar, bahan baku tebu terus terpenuhi, seluruh karyawan diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas, dan kami optimistis target bisa tercapai serta PG Ngadiredjo menjadi yang terbaik," pungkasnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)