Unika Santu Paulus Ruteng Kolaborasi dengan Plan Indonesia, Simak Bentuk Kerjasamanya
Hilarius Ninu July 04, 2026 05:47 PM

 

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG-Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi menjalin kemitraan strategis dengan Plan Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Meeting Gedung Utama Barat (GUB) Lantai 5, Jumat (3/7/2026). 

Kesepakatan tersebut membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan generasi muda, perlindungan anak, kesetaraan gender, hingga pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Theol., menegaskan bahwa penandatanganan MoU bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari ini kita tidak sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama. Kita sedang membangun sebuah komitmen bersama untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat” tegas Rektor.

 

Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Bekali Mahasiswa KKN 2026 Soal Perlindungan dan Hak Dasar Anak

 

KEMITRAAN-Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi menjalin kemitraan strategis dengan Plan Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Meeting Gedung Utama Barat (GUB) Lantai 5, Jumat (3/7/2026).  (TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA SANTU PAULUS RUTENG)

 

Ia juga menyampaikan bahwa “MoU hanya akan bernilai apabila diterjemahkan menjadi aksi, kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang sungguh menyentuh kehidupan masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan.”

Kolaborasi untuk Menguatkan Tridarma Perguruan Tinggi

Rektor menjelaskan bahwa kerja sama dengan Plan Indonesia selaras dengan visi Unika St. Paulus Ruteng sebagai komunitas akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter. 

“Universitas tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat” jelasnya.

Menurutnya, banyak nilai yang mempertemukan kedua lembaga. Baik Unika Ruteng maupun Plan Indonesia memiliki komitmen yang sama dalam memperjuangkan hak-hak anak, pemberdayaan kaum muda, kesetaraan gender, pendidikan berkualitas, perlindungan kelompok rentan, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Rektor juga mengaitkan kerja sama tersebut dengan kebijakan Kampus Berdampak yang saat ini menjadi arah pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

 

Romo Agustinus Manfred Habur, atau akrab disapa Romo Manfred, dikenal sebagai salah satu imam Katolik berpengaruh di Keuskupan Ruteng. Ia bukan hanya rohaniwan, tetapi juga pemimpin, akademisi, dan pemikir yang aktif membangun Gereja sekaligus dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Romo Agustinus Manfred Habur, atau akrab disapa Romo Manfred, dikenal sebagai salah satu imam Katolik berpengaruh di Keuskupan Ruteng. Ia bukan hanya rohaniwan, tetapi juga pemimpin, akademisi, dan pemikir yang aktif membangun Gereja sekaligus dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur. (Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA RUTENG)

 

“Perguruan tinggi pada masa kini tidak cukup hanya menjadi pusat pembelajaran dan penelitian, tetapi harus menjadi motor penggerak perubahan sosial. Dampak sebuah universitas diukur bukan hanya dari jumlah publikasi atau lulusannya, melainkan dari kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” ungkapya.

Dosen dan Mahasiswa Mendapat Ruang Belajar Lebih Luas

Melalui kemitraan tersebut, Unika Santu Paulus Ruteng membuka peluang yang lebih besar bagi dosen maupun mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program-program pemberdayaan masyarakat.

Rektor berharap para dosen mampu mengembangkan penelitian yang menjawab kebutuhan masyarakat, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman belajar melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan pemberdayaan di lapangan.

Selain menghasilkan luaran akademik, hasil penelitian dan pengabdian diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan-kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi berbagai program strategis yang berkelanjutan, mulai dari penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, penguatan kapasitas generasi muda, hingga pengembangan kebijakan berbasis bukti,” katanya.

Plan Indonesia Siapkan Program Jangka Panjang di Manggarai

Manager Area Program Plan Indonesia, Semuel Apsalon Niap, yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyambut baik kemitraan tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa kedua institusi sebenarnya telah menjalin kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pelaksanaan Annual Project yang akan menyampaikan laporan akhirnya pada Agustus mendatang.

Ke depan, Plan Indonesia akan memperluas kolaborasi melalui pengembangan kapasitas masyarakat, peningkatan infrastruktur, serta pelaksanaan proyek yang dikelola selama tiga tahun di wilayah Ruteng.

Menurut Semuel, keterlibatan kalangan akademisi menjadi faktor penting agar setiap program memiliki landasan ilmiah yang kuat sekaligus menghasilkan praktik-praktik baik yang dapat direplikasi oleh pemerintah.

“Kami berharap proyek ini tidak hanya menghasilkan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi lesson learned yang berharga. Dari sana kita dapat memperoleh praktik-praktik baik yang nantinya bisa direplikasi oleh pemerintah,” tuturnya.

Menjawab Kebutuhan Anak, Perempuan, dan Generasi Muda

Semuel menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama tersebut ialah menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok rentan.

Ia berharap MoU yang memiliki masa berlaku cukup panjang mampu melahirkan berbagai inovasi, bukan hanya satu atau dua kegiatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Manggarai bahkan menjadi model kolaborasi bagi daerah lain di Nusa Tenggara Timur.

“Kerja sama ini harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak, anak perempuan, kaum muda, dan perempuan muda,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.