Dikbud Seluma Seleksi 29 Calon Kepala Sekolah SD dan SMP
Hendrik Budiman July 04, 2026 05:54 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma saat ini tengah memproses seleksi calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP.

Total terdapat 29 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi melalui aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK).

Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu’i, mengatakan proses seleksi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan tata kelola pendidikan sekolah di bawa naungan Dikbud Seluma, khususnya dalam penempatan kepala sekolah yang profesional dan sesuai kompetensi.

“Saat ini ada 29 calon kepala sekolah yang telah dinyatakan lulus administrasi melalui SIM KSPSTK dan sedang dalam proses seleksi lanjutan,” kata Munarwan dikonfirmasi Sabtu (4/7/2026). 

SIM KSPSTK merupakan platform digital milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang digunakan untuk mengelola perencanaan, pengangkatan, pembinaan, hingga evaluasi penugasan kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Baca juga: Perjuangan Zaskia Oktavia, Siswi SMPN 2 Seluma Tembus O2SN Nasional 2026 Cabang Panjat Tebing

Sistem ini telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna mempercepat proses birokrasi di daerah.

"Dari total peserta yang lolos administrasi, sebanyak 19 orang merupakan calon kepala sekolah dasar atau SD, sementara 10 orang lainnya adalah calon kepala sekolah menengah pertama atau SMP," kata Munarwan. 

Setelah tahapan administrasi, para peserta akan mengikuti proses seleksi lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum nantinya ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif.

Selain proses seleksi kepala sekolah, Dikbud Seluma juga tengah menggarap program pemerataan distribusi guru di seluruh satuan pendidikan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penempatan tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan sekolah, baik dari segi jumlah maupun kompetensi, sehingga tidak terjadi ketimpangan guru di sekolah. 

“Selain seleksi kepala sekolah, kami juga fokus pada pemerataan guru agar penempatannya sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” ujarnya.

Pemerataan guru menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Seluma, terutama untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan.

"Seluruh proses yang sedang berjalan. Kami harap dengn adanya pemerataan guru dapat menghasilkan tata kelola pendidikan yang lebih baik, transparan dan berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan di Seluma," sampai Munarwan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.