Pramono Anung Ungkap Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen: Sumbang 16,67 Persen PDB Nasional
Rr Dewi Kartika H July 04, 2026 05:54 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan perekonomian Jakarta masih menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 5,59 persen pada triwulan I 2026.

Tak hanya itu, kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mencapai 16,67 persen.

Pramono mengatakan, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta untuk terus bertransformasi sebagai kota global sekaligus pusat perekonomian Indonesia.

“Pada triwulan pertama, Jakarta tumbuh 5,59 persen dan memberikan kontribusi pada GDP 16,67 persen,” ucapnya di Istora Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

Ekonomi Kreatif Disebut Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Pramono menilai, salah satu sektor yang akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jakarta ke depan adalah ekonomi kreatif.

Menurutnya, pertumbuhan sektor ekonomi kreatif akan menciptakan sumber pertumbuhan baru atau engine of growth bagi Ibu Kota, terutama setelah Jakarta tak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara secara administratif.

“Saya meyakini bahwa Jakarta ini kalau ekonomi kreatifnya tumbuh dengan baik, ini merupakan engine growth baru menambah pertumbuhan ekonomi yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai kota global, kota inklusif, dan pusat perekonomian nasional, Jakarta membutuhkan berbagai terobosan baru untuk menjaga laju pertumbuhan ekonominya.

“Maka harus banyak terobosan-terobosan ekonomi kreatif yang dilakukan seperti pada hari ini,” kata Pramono.

Jakarta Jadi Raja Transaksi QRIS

Selain pertumbuhan ekonomi, Pramono juga menyoroti pesatnya digitalisasi transaksi di Jakarta.

Ia menyebut, hampir 38 persen transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh Indonesia berasal dari Jakarta.

“Dan yang saya senang adalah Jakarta secara keseluruhan memberikan kontribusi hampir 38 persen transaksi yang menggunakan QRIS di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Menurut Pramono, tingginya penggunaan QRIS menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta terus tumbuh dan semakin terdigitalisasi.

Saat ini, tercatat lebih dari 422 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta telah memanfaatkan QRIS sebagai sarana transaksi.

“Dan kemudian juga pelaku UMKM sekarang ini di Jakarta kurang lebih 422.000 lebih yang menggunakan QRIS sebagai sarana untuk transaksinya,” kata dia.

Jakarta Siapkan Banyak Terobosan Jelang Usia 500 Tahun

Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai inovasi, khususnya di sektor ekonomi kreatif.

Ia menyebut, berbagai program baru tengah disiapkan menyambut usia ke-500 Kota Jakarta pada tahun depan.

“Tahun depan untuk 500 tahun tentunya banyak kreativitas yang akan kami lakukan untuk menumbuhkan ekonomi di Jakarta,” ujarnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.