TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan kawasan Mina memiliki keterbatasan lahan yang tidak berubah dari tahun ke tahun.
Di sisi lain jumlah jemaah haji terus mengalami peningkatan.
Baca juga: Respons Komisi VIII DPR soal Manasik Kesehatan Haji 2027: Jangan Sekadar Formalitas
Kondisi itu membuat pemerintah mencari berbagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kemudian yang kedua tentang beberapa hal terkait Mina. Mina memang kita tahu bahwa Mina ini tempatnya memang dari dulu segitu-segitu saja kalau bahasa mudanya, tapi tiap tahun jemaahnya semakin bertambah," kata Gus Irfan usai membuka Rapat Kerja Nasional "Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026" di Lapangan Makodau I, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Kemenhaj sedang mengkaji kemungkinan mengusulkan penggunaan tenda bertingkat di Mina.
Langkah ini untuk mengatasi keterbatasan kapasitas yang dihadapi setiap musim haji.
Meski begitu, realisasi gagasan tersebut bergantung pada persetujuan Pemerintah Arab Saudi.
"Sehingga kita kemarin sempat berpikiran mungkin nggak tenda-tenda itu dijadikan tenda yang bertingkat misalkan untuk menambah kapasitas, tapi itu juga tergantung dari komunikasi kita dengan pihak Saudi nantinya," ujarnya.
Baca juga: Amirul Hajj Soroti Layanan Haji di Mina Hingga Kualitas Hotel di Makkah, Berikut Catatannya
Gus Irfan mengakui pelayanan di Mina masih menjadi salah satu titik lemah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji.
"Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin. Apa pun yang bisa kita lakukan untuk perbaikan Mina tentu harus kita rumuskan pada Rakernas evaluasi ini," pungkasnya.