Dua Mahasiswi USK Bawa Misi Inovasi Kota Pesisir ke Brunei
Nur Nihayati July 05, 2026 06:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui keikutsertaan dua mahasiswinya dalam UBD–AUN Summer Camp 2026 yang mengusung tema Tides of Tomorrow: Reimagining Coastal Cities.

Program yang diselenggarakan oleh Universiti Brunei Darussalam (UBD) bekerja sama dengan ASEAN University Network (AUN) ini berlangsung pada 1–10 Juli 2026 di Brunei Darussalam.

Dua mahasiswi yang mewakili Indonesia tersebut adalah Nabila Al Karimah, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Salwa Keisha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran. 

Baca juga: Mahasiswa USK Ciptakan Nipharia, Inovasi Kopi Nipah yang Angkat Potensi Pesisir Aceh ke Pasar Modern

Keduanya terpilih untuk bergabung bersama mahasiswa dari berbagai negara ASEAN dalam program yang bertujuan memperkuat kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta mendorong lahirnya gagasan inovatif bagi pembangunan kawasan.

Mengangkat tema Tides of Tomorrow: Reimagining Coastal Cities, UBD–AUN Summer Camp 2026 mengajak para peserta untuk mengeksplorasi tantangan kota-kota pesisir.

Melalui pendekatan multidisiplin, peserta didorong merumuskan solusi inovatif terhadap isu perubahan iklim, ketahanan kawasan pesisir, ekonomi biru, serta keseimbangan antara pertumbuhan perkotaan dan pelestarian lingkungan.

Nabila menjelaskan, selama sepuluh hari pelaksanaan program, para delegasi mengikuti berbagai kegiatan seperti kuliah umum, seminar bersama akademisi internasional, diskusi kelompok lintas negara, lokakarya, hingga kunjungan ke institusi strategis di Brunei Darussalam.

Baca juga: 451 Poster Terbaik Mahasiswa USK Dipamerkan, Lomba Bertema Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

"Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan jejaring internasional," ujar Nabila.

Ia menambahkan bahwa interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara memberikan pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kelas biasa.

"Bagi saya, ini bukan sekadar menghadiri kelas internasional, tetapi bagaimana kita berani bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang negara untuk menjawab tantangan kota pesisir," ungkap Salwa.

"Pengalaman, jejaring, dan wawasan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi kedua delegasi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Indonesia," sebut Kepala Kantor Kemitraan Global USK, Prof Dr Syamsidik ST, M.Sc.(mun)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.