Kasus Suspect Flu Singapura di Rejang Lebong Terus Bertambah, Dinkes Minta Warga Waspada
Rita Lismini July 05, 2026 02:54 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mencatat jumlah kasus suspect Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 30 kasus.

Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah karena masih ditemukan sejumlah anak yang terpapar flu tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg Asep Setia Budiman melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita mengatakan, angka tersebut merupakan data yang dihimpun dari laporan fasilitas kesehatan yang tersebar di Kabupaten Rejang Lebong.

"Untuk saat ini suspect Flu Singapura di Rejang Lebong sudah lebih dari 30 kasus,"sampai Titin kepada TribunBengkulu.com pada Minggu (5/7/2026).

Meski demikian, Titin menjelaskan bahwa jumlah tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Sebab, data yang dimiliki Dinkes berasal dari laporan puskesmas, rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Menurutnya, masih ada kemungkinan jumlah kasus sebenarnya lebih banyak karena tidak seluruh masyarakat membawa anak yang mengalami gejala Flu Singapura ke fasilitas kesehatan.

"Data ini tidak 100 persen valid karena berasal dari laporan fasilitas kesehatan. Ada juga masyarakat yang memilih merawat anaknya di rumah sehingga tidak tercatat dalam laporan kami,"ungkapnya.

Dinkes Imbau Masyarakat Waspada, Namun Tidak Perlu Panik

Titin mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Flu Singapura tanpa menimbulkan kepanikan.

Ia menjelaskan, HFMD pada umumnya merupakan penyakit yang bersifat self-limiting disease, yakni dapat sembuh dengan sendirinya apabila mendapatkan perawatan suportif yang tepat dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Virus ini umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu dengan tata laksana pengobatan yang tepat serta penerapan PHBS yang baik. Jadi masyarakat diharapkan tetap waspada, tetapi tidak perlu panik,"jelasnya.

Untuk mencegah penularan, Dinkes mengimbau masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok anak, sebelum makan, serta setelah batuk maupun bersin.

Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam, kemudian segera membuang tisu bekas pakai ke tempat sampah.

Pembersihan lingkungan juga perlu dilakukan secara rutin, khususnya pada benda-benda yang sering disentuh seperti mainan anak, meja, kursi, gagang pintu hingga fasilitas umum menggunakan cairan disinfektan.

"Kami juga mengingatkan masyarakat agar menghindari kontak erat dengan penderita, termasuk tidak berbagi alat makan, gelas, handuk maupun perlengkapan mandi,"lanjutnya. 

Orang Tua Diminta Kenali Gejala dan Tanda Bahaya HFMD

Bagi orang tua yang anaknya mengalami gejala Flu Singapura, Dinkes menyarankan agar anak diistirahatkan di rumah dan tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah maupun bermain di tempat umum hingga seluruh lepuhan mengering dan gejalanya hilang.

Orang tua juga diminta memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi untuk mencegah dehidrasi, mengingat sariawan yang muncul di mulut sering membuat anak enggan makan dan minum.

"Berikan air putih, susu atau makanan berkuah dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Hindari makanan dan minuman yang terlalu asam atau pedas karena dapat menimbulkan rasa perih,"himbau Titin.

Ia juga mengimbau agar orang tua segera membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai gejala yang dialami.

Selain itu, masyarakat diminta segera membawa pasien ke rumah sakit apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti dehidrasi, frekuensi buang air kecil berkurang, tubuh lemas, menangis tanpa air mata, demam tinggi yang tidak kunjung turun meski sudah diberikan obat penurun panas, napas cepat, hingga anak tampak sangat mengantuk dan sulit dibangunkan.

"Jika muncul gejala-gejala tersebut, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,"pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua berinisial R mengaku anaknya sempat mengalami gejala yang mengarah pada Flu Singapura. Ia mengatakan, kondisi anaknya kini mulai membaik setelah menjalani perawatan di rumah.

Menurutnya, gejala awal yang dialami anaknya berupa demam tinggi yang kemudian disertai sariawan. Sehari setelahnya, muncul bintik-bintik merah pada tubuh yang menyerupai cacar air.

"Awalnya demam tinggi, lalu muncul sariawan. Besoknya keluar bintik-bintik merah di badan seperti cacar air. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik,"pungkas R.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.