Disdikbud Rejang Lebong Verifikasi Hasil SPMB, Orangtua Diminta Jangan Panik Jika Anak Belum Sekolah
Rita Lismini July 05, 2026 02:54 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong mulai melakukan verifikasi terhadap hasil pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP setelah masa pendaftaran resmi ditutup.

Pendaftaran SPMB tahun ajaran 2026/2027 berlangsung sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Setelah tahapan tersebut berakhir, Disdik Rejang Lebong akan memverifikasi seluruh data pendaftar pada Senin (6/7/2026) ini. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Effendi, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai jumlah sekolah yang telah memenuhi daya tampung maupun yang masih kekurangan peserta didik.

Menurutnya, proses verifikasi masih dilakukan melalui akun masing-masing sekolah sehingga data final belum dapat dipastikan.

"Hari Senin nanti baru kami mulai melakukan verifikasi. Baru setelah itu kami mengetahui kondisi riilnya. Sekarang belum ada laporan karena masih dalam rangkaian SPMB,"sampai Zakaria kepada TribunBengkulu.com pada Minggu (5/7/2026). 

Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan sementara terdapat sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya telah melebihi daya tampung, sementara sekolah lainnya masih memiliki kuota yang belum terpenuhi.

Beberapa SMP yang tercatat memiliki jumlah pendaftar tinggi di antaranya SMP Negeri 1 Curup, SMP Negeri 2 Curup dan SMP Negeri 5 Curup. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah SD, seperti SD Negeri 1 Curup dan SD Negeri 2 Curup.

"Ya memang ada beberapa sekolah yang informasinya sudah penuh, itu kita ketahui usai melakukan monitoring,"lanjutnya. 

 Disdik Minta Sekolah Dampingi Orangtua yang Masih Kesulitan Mendaftar

Zakaria mengatakan masih ditemukan sejumlah orangtua yang belum memahami mekanisme SPMB sehingga terjadi kesalahan saat melakukan pendaftaran.

Karena itu, Disdik meminta seluruh sekolah memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam proses administrasi penerimaan murid baru.

Menurutnya, pelayanan dari pihak sekolah menjadi penting agar seluruh calon peserta didik dapat terakomodasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Masih ada beberapa masyarakat yang belum memahami mekanisme SPMB sehingga salah mendaftar. Kami meminta pihak sekolah membantu orangtua dalam proses tersebut,"ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan tersebut diharapkan dapat mengurangi kesalahan administrasi dan mempercepat penempatan siswa ke sekolah yang sesuai.

Sekolah Masih Bisa Menerima Siswa Jika Kuota Belum Terpenuhi

Disdik Rejang Lebong memastikan masyarakat tidak perlu khawatir apabila hingga penutupan pendaftaran anak mereka belum mendapatkan sekolah.

Zakaria menjelaskan, sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi masih diperbolehkan menerima peserta didik baru meskipun jadwal pendaftaran resmi telah berakhir.

Hal itu dilakukan karena setiap tahun terdapat calon peserta didik yang baru mendaftar menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah tertentu.

"Kalau memang daya tampung sekolah belum terpenuhi, sekolah masih diperbolehkan menerima siswa. Memang ada beberapa wilayah yang setiap tahun pendaftarnya baru datang mendekati jadwal masuk sekolah,"jelasnya.

Ia juga mengimbau orangtua agar tidak panik apabila anaknya belum diterima di sekolah tujuan. Pihaknya akan membantu mengarahkan calon peserta didik ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota penerimaan.

"Tak usah panik kalau anaknya belum dapat sekolah. Nanti akan kami bantu arahkan ke sekolah-sekolah yang kuotanya masih tersedia,"tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.