Muazin Meninggal Saat Kumandangkan Azan Salat Jumat, Jemaah Panik, Detik-detik Wafatnya Terekam CCTV
Murhan July 05, 2026 04:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sedang viral di media sosial, seorang pria meninggal dunia saat mengumandangkan azan Salat Jumat.

Peristiwa ini terjadi di Masjid At-Taqwa, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Jumat (3/7/2026).

Kejadian tersebut terekam kamera CCTV dan videonya beredar luas di media sosial.

Pada rekaman video, pria yang bertugas sebagai muazin tampak khusyuk melantunkan azan menjelang pelaksanaan Salat Jumat.

Namun, beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba terjatuh hingga menimpa salah seorang jemaah yang berada di sampingnya.

Melihat kejadian itu, para jemaah yang berada di dalam masjid langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.

Suasana di dalam masjid sempat panik ketika sejumlah jemaah berusaha mengangkat korban sebelum membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Diadang Sekelompok Massa Saat Tiba di Kubar, Apa Pemicunya? Ini Penjelasan Polisi

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBanten.com, pria tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi, Camat Mandalawangi, Yani Sastranegara, membenarkan peristiwa tersebut. 

Ia mengaku saat kejadian juga sedang melaksanakan Salat Jumat di Masjid At-Taqwa.

"Iya benar. Kebetulan saya juga ada di situ," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).

Yani mengatakan, almarhum merupakan warga Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi.

"Itu warga Desa Mandalawangi," katanya.

Menurutnya, korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

"Sempat dibawa ke puskesmas, setelah itu dibawa pulang. Salat Jumat berjalan lagi," pungkasnya.

Akhir Hidup Kita Adalah Kebiasaan Kita

Dalam sesi ceramah ini, ustaz mengajak kita merenungi satu doa yang hampir selalu kita ucapkan: “Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah.”

Namun pertanyaannya, apa sebenarnya tanda dan ciri orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah?

Ustaz mengutip ungkapan yang sangat dalam dari Imam Ibnu Katsir:
“Barang siapa hidup dengan kebiasaannya, maka ia akan diwafatkan sesuai dengan kebiasaannya.”

Kalimat ini menjadi tamparan lembut bagi kita semua. Cara hidup hari ini apa yang sering kita lakukan, apa yang kita biasakan itulah yang sangat mungkin menjadi penutup hidup kita kelak.

Ceramah ini juga mengaitkan pesan tersebut dengan ayat Al-Qur’an yang sangat istimewa, yaitu Surah Al-Ahqaf ayat 15.

Ustaz menjelaskan bahwa dari 30 juz Al-Qur’an, hanya pada ayat inilah Allah secara jelas menyebut usia 40 tahun. 

Pada fase usia tersebut, Allah mengajarkan doa khusus agar seorang hamba bersyukur, beramal saleh, dan memohon kebaikan untuk akhir hidupnya.

Pesannya jelas dan menohok: husnul khatimah bukan datang tiba-tiba. Ia dibangun dari kebiasaan. Jika seseorang terbiasa dengan Al-Qur’an, shalat, dan amal baik, maka itulah yang akan mengiringinya di akhir hayat.

Sebaliknya, jika hidup dipenuhi kelalaian, maka penutupnya pun sangat bergantung pada itu.

Ceramah ini mengajak kita untuk jujur bercermin. Bukan sibuk menebak bagaimana akhir hidup orang lain, tapi bertanya pada diri sendiri: kebiasaan apa yang sedang kita bangun hari ini? Karena dari sanalah, akhir hidup kita sedang dipersiapkan.

(Banjarmasinpost.co.id/TribunBanten.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.