SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tim Jogoboyo Sat Samapta Polrestabes Surabaya membubarkan aksi balap liar yang menutup Jalan Raya Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu (5/7/2026) pukul 02.50 WIB.
Dalam operasi penertiban tersebut, petugas mengamankan dua orang pemuda beserta dua unit sepeda motor.
Kedatangan petugas secara tiba-tiba membuat puluhan remaja yang tengah asyik menonton aksi balap liar kocar-kacir melarikan diri.
Tidak hanya penonton, para pelaku balap liar pun langsung memacu kencang sepeda motor mereka karena panik menghindari kepungan polisi.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, menjelaskan bahwa tindakan tegas ini berawal dari adanya aduan masyarakat.
Warga melaporkan aktivitas mencurigakan dari sekelompok pemuda yang menutup arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Kenjeran.
"Tim Samapta Polrestabes Surabaya bergerak cepat ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat," kata AKBP Erika.
Setibanya di lokasi, petugas langsung membubarkan kerumunan yang diduga kuat tengah melakukan persiapan dan transanksi balap liar.
Penutupan jalan sepihak ini dinilai sangat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dari hasil penindakan cepat di lapangan, Tim Jogoboyo berhasil mengamankan dua pemuda yang terindikasi kuat terlibat langsung dalam aksi balap liar tersebut.
Selain pelaku, polisi juga menyita dua unit sepeda motor sebagai barang bukti.
"Keduanya kini telah diamankan di Polsek Tambaksari untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut," ujar AKBP Erika.
Saat ini, situasi di Jalan Raya Kenjeran dipastikan telah kembali normal, aman, dan kondusif bagi masyarakat pengguna jalan.
AKBP Erika Purwana Putra mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada kepolisian.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengontrol pergaulan anak-anak mereka.
"Kenyamanan warga Surabaya adalah prioritas kami. Ada gangguan Kamtibmas segera hubungi Call Center 110 Polri," pungkas AKBP Erika.