SURYA.CO.ID - HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 resmi bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (5/7/2026).
Hari pertama langsung menghadirkan persaingan ketat dengan Arema FC Women membuka langkah lewat kemenangan, sedangkan Tigers Football Academy Surabaya harus puas berbagi angka setelah kebobolan di penghujung pertandingan.
Atmosfer kompetisi nasional sepak bola putri usia muda itu langsung terasa sejak laga pembuka. Seluruh tim tampil dengan semangat tinggi untuk mengamankan poin perdana demi menjaga peluang lolos dari fase grup.
Persaingan tak hanya diwarnai permainan menyerang, tetapi juga duel-duel ketat di lini tengah yang memaksa setiap tim bekerja keras hingga peluit akhir dibunyikan.
Di Grup A U-15, Mojang Priangan Ciamis dan Arema FC Women sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan sehingga mengoleksi tiga poin. Sementara di sektor U-18, Putri JP Jakarta juga sukses mengamankan kemenangan atas Putri Batang.
Baca juga: Tigers FA dan Arema FC Women Kuasai HYDROPLUS Soccer League Surabaya 2026, Melaju Nasional
Pada pertandingan Grup A U-15, Arema FC Women harus bekerja keras menghadapi perlawanan Putri Surakarta.
Sepanjang babak pertama, kedua tim tampil disiplin dan saling menutup ruang. Arema FC Women mengandalkan permainan kaki ke kaki untuk menguasai lini tengah, sementara Putri Surakarta beberapa kali membalas melalui serangan balik cepat. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Arema FC Women tampil lebih terorganisasi setelah melakukan sejumlah evaluasi di ruang ganti.
Gol kemenangan akhirnya tercipta pada menit ke-27. Kombinasi umpan jauh dari lini tengah dan kerja sama satu-dua yang diawali Keysha Arabela Mainsya Nian berhasil diselesaikan Janeeta Alodya menjadi gol semata wayang.
Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai dan membawa Arema FC Women menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A U-15 dengan tiga poin.
Baca juga: Tigers FA dan Arema FC Women Kuasai HYDROPLUS Soccer League Surabaya 2026, Melaju Nasional
Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi, mengakui permainan timnya masih belum maksimal karena para pemain lebih banyak mengandalkan kemampuan individu.
“Alhamdulilah di pertandingan pertama tim kami bisa mendapatkan poin. Terlepas tadi masih sedikit kurang sinkron, organisasi dan possession-nya belum ketemu. Tapi kita terus push dan akhirnya berkat kerja keras mereka bisa lebih menjalankan instruksi,” ujar Nanang.
Kapten tim Arema FC Women, Keysha Arabela Mainsya Nian, menilai persaingan di laga ini berlangsung sangat ketat.
“Saya rasa pertandingan hari ini (melawan Putri Surakarta) memang agak sulit ya. Karena teman-teman belum siap, masih nervous dan agak panik. Lawannya keras sampai kita susah buat cetak gol ,” ucap Keysha.
Sementara itu, Pelatih Putri Surakarta Syachban Yusuf memastikan timnya akan bangkit pada pertandingan berikutnya.
“Tim kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi beberapa ada yang baru pertama kali merasakan panggung cukup besar seperti ini. Kami tekankan ke para pemain supaya jangan minder sama lawan, biar lawan yang minder sama kita. Ada beberapa catatan untuk perbaikan seperti organisasi permainan dan kesiapan individu dalam menghadapi pertandingan selanjutnya,” tuturnya.
Laga penutup hari pertama mempertemukan Tigers Football Academy Surabaya melawan Putri Garut pada Grup A U-18.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dengan duel keras di sektor tengah. Kedua tim sama-sama berusaha menguasai permainan sehingga beberapa kali terjadi pelanggaran akibat kontak fisik.
Putri Garut hampir membuka keunggulan melalui Diana Annisa Rahmawati pada menit ke-19. Namun peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan.
Justru Tigers Football Academy yang lebih dahulu mencetak gol melalui Dinda Yosepine Manurung pada menit ke-24 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil bola mati. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Putri Garut meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66 ketika sang kapten Ayu Wulan Agustin melepaskan tendangan lob yang gagal diantisipasi kiper Tigers Football Academy.
Gol tersebut memastikan laga berakhir imbang 1-1 sehingga kedua tim harus puas membawa pulang masing-masing satu poin.
“Pastinya bangga dan senang (bisa cetak gol), dan ini juga kerja keras dari tim. Kendalanya tadi mungkin kita kurang komunikasi saja, kita pasti belajar lebih baik lagi dan lebih fokus juga untuk pertandingan ke depannya,” kata Ayu Wulan Agustin.
Pelatih Putri Garut, Depi Kuspriansyah, menilai hasil imbang patut disyukuri karena timnya masih beradaptasi dengan atmosfer kompetisi nasional.
“Sesuai instruksi anak-anak sudah bagus, Cuma ya namanya juga pertandingan, hasil 1-1 itu kami syukuri. Di babak pertama itu kami perlu mencari celah-celah dulu, jadi di babak keduanya kami evaluasi, ubah posisi dan alhamdulillah walaupun hanya imbang, kita tetap syukuri. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa lebih fight,” ujarnya.
Di kubu Tigers Football Academy, pelatih Agustina Indah Mahardika menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi, terutama dari sisi mental bertanding.
“Itu (mental) yang nanti kami jadikan sebagai evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. Kami menjadikan pertandingan ini sebagai evaluasi dan mengubah apa yang menjadi kesalahan di pertandingan ini kayak tadi kita ada posisi tertekan, itu harus bisa kami atasi,” ujarnya.
Gelandang Tigers Football Academy, Michel Putri Arifiana, juga menyoroti pentingnya komunikasi di dalam tim.
“Aku akan semangatin teman-teman supaya nggak saling menyalahkan satu sama lain dan di game selanjutnya bisa lebih tenang lagi khususnya di lini tengah karena tadi kita susah untuk saling support minta bola ke tim,” tuturnya.