20 Nelayan Hilang di Perairan Kangean, Tim Gabungan Bentuk Posko Terpadu Percepat Pencarian
Wiwit Purwanto July 05, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID LAMONGAN – Harapan menemukan Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok yang hilang kontak di Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, masih terus dijaga.

Memasuki hari kelima pencarian, kapal yang membawa 20 anak buah kapal (ABK) itu belum juga ditemukan sehingga tim gabungan memperkuat koordinasi dengan membentuk Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong, Lamongan.

Kecemasan keluarga para awak kapal pun kian memuncak seiring belum adanya kabar mengenai keberadaan kapal.

Posko Terpadu dibentuk agar seluruh informasi terkait operasi pencarian terpusat dalam satu pintu, sekaligus memudahkan keluarga korban memperoleh perkembangan terbaru secara cepat dan akurat. 

Di saat bersamaan, penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi juga terus diperluas untuk memperbesar peluang menemukan KMN Entok.

Baca juga: Pencarian Nelayan Hilang di Tuban Dihentikan Setelah 7 Hari, Tarsip Tak Kunjung Ditemukan

Posko Terpadu Perkuat Koordinasi

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur melalui Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami para nelayan beserta keluarganya.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan sejak kapal dinyatakan hilang kontak, mulai dari koordinasi dengan berbagai instansi hingga penyebarluasan informasi kepada unsur maritim di sekitar Perairan Masalembu dan Kangean.

"Namun, hingga hari kelima pencarian, keberadaan KMN Entok beserta 20 ABK masih belum diketahui," katanya, Minggu (5/7/2026).

"Untuk memaksimalkan koordinasi dan penyampaian informasi kepada keluarga korban, kami bersama Basarnas dan instansi terkait sepakat membentuk Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong," ujar AKP Guntur.

Ia juga mengimbau keluarga awak kapal agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca juga: Kronologi Perahu Tersangkut Karang, Warga Pulau Mandangin Madura Hilang di Laut

Selain membentuk posko, Satpolairud Polres Lamongan terus berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, Basarnas, KSOP, PSDKP, Syahbandar, serta berbagai unsur maritim lainnya untuk memperluas area pencarian.

Informasi mengenai hilangnya KMN Entok juga telah disampaikan kepada kapal-kapal yang sedang beroperasi di sekitar Perairan Kangean, Masalembu, Bawean, dan wilayah sekitarnya agar segera melapor apabila melihat keberadaan kapal tersebut.

Dalam pertemuan bersama keluarga korban, masyarakat juga memberikan berbagai masukan mengenai kemungkinan lokasi kapal. Sementara keluarga diminta mengumpulkan nomor telepon seluruh ABK sebagai bahan pendukung proses pelacakan.

"Kami memastikan Polres Lamongan melalui Satpolairud terus mengoptimalkan upaya pencarian KMN Entok dengan memperkuat koordinasi bersama Basarnas, KSOP, PSDKP, Syahbandar, serta seluruh unsur maritim terkait," tambahnya.

"Setiap informasi akan segera kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya pencarian. Kami berharap seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dan kembali dalam keadaan selamat," ujarnya.

HNSI Kerahkan Jaringan Informasi

Sementara itu, pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Mukhlisin Amar, mengatakan hingga Minggu siang belum ada perkembangan terkait keberadaan KMN Entok.

"Kami melibatkan jaringan informasi HNSI di wilayah terdekat," katanya.

KMN Entok dengan identitas GT 35 Nomor 1163/Kd diketahui diawaki 20 ABK dan dinakhodai Siswanto (45).

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dengan tujuan perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Dalam kondisi normal, kapal penangkap ikan tersebut biasanya melaut sekitar 18 hari sebelum kembali bersandar di PPN Brondong. Namun hingga kini, keberadaan KMN Entok beserta seluruh awaknya masih belum diketahui dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.