TRIBUNKALTARA.COM - Penutupan Hari Doa Nasional (HDN) 2026 digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (5/7/2026).
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, mengajak seluruh gereja di Indonesia terus bersatu dalam doa bagi bangsa di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.
Dalam sambutannya, Jacklevyn menyampaikan apresiasi kepada Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran yang telah membuka ruang bagi pelaksanaan penutupan Hari Doa Nasional di kawasan IKN.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pemerintah daerah yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Baca juga: Bupati Nunukan Irwan Sabri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja GSJK di Selisun
"Hari Doa Nasional ini dilakukan secara berkesinambungan dari tahun ke tahun. Ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan iman yang mendesak, terutama ketika kita menyaksikan bangsa ini sedang bergumul dengan berbagai krisis," ujarnya.
Jacklevyn menilai Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, krisis kepercayaan, konflik sosial, hingga ancaman terhadap kerukunan dan kebebasan beragama.
Dalam situasi tersebut, menurutnya gereja tidak boleh hanya menjadi penonton.
"Dalam situasi seperti ini gereja dipanggil untuk tidak diam, melainkan berdoa dengan sungguh-sungguh dan bersaksi dengan setia," katanya.
Ia mengatakan kesatuan umat Kristen menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Mengutip doa Yesus dalam Yohanes 17, Jacklevyn mengingatkan bahwa persatuan merupakan hakikat kehidupan bergereja yang dibangun di atas kasih, bukan sekadar kesatuan kelembagaan.
"Ketika gereja-gereja di Indonesia dapat bersatu dalam doa dan pelayanan, dunia akan melihat kesaksian yang hidup tentang kasih Allah," ungkapnya.
Jacklevyn juga mengajak seluruh umat Kristiani menghidupi pesan Yeremia 29:7 untuk terus mengupayakan kesejahteraan bangsa.
Menurutnya, sebagai bagian dari Indonesia, seluruh warga negara memiliki tanggung jawab untuk mendoakan sekaligus bekerja demi kemajuan bangsa.
"Kita tidak terbuang di bangsa ini. Kita adalah anak bangsa ini. Karena itu, berdoa dan mengupayakan kesejahteraan bangsa adalah panggilan iman sekaligus panggilan kebangsaan," tegasnya seperti dikutip dari TribunKaltim.co.
Ia menambahkan, doa harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti membangun keadilan, memperkuat kerukunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghormati martabat setiap manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Jacklevyn juga menyampaikan dukungan kepada Otorita IKN dalam menyelesaikan pembangunan ibu kota baru.
"Kami berdoa bagi Bapak Basuki dan seluruh jajaran agar pembangunan di sini dapat diselesaikan dengan baik. Kami percaya harapan yang dibangun di tempat ini akan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia," katanya.
Sebagai penutup, Ketua Umum PGI mengajak seluruh gereja, keluarga, dan umat Kristiani di Indonesia menggelar doa serentak selama lima menit pada pukul 15.00 Wita sebagai bentuk syafaat bagi bangsa Indonesia.
"Kami mengajak seluruh gereja dan keluarga-keluarga di Indonesia pada pukul 15.00 Wita untuk berdoa serentak selama lima menit bagi Indonesia, bagi persatuan bangsa, dan bagi persekutuan gereja-gereja di seluruh negeri," ujarnya.
Ia berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat memperkuat persatuan gereja sekaligus membawa dampak nyata bagi pemulihan dan kesejahteraan Indonesia.
"Tuhan memberkati kita semua. Shalom," pungkasnya. (*)