Renungan Pria Kaum Bapa Kristen, Mazmur 67:1-8, Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Memberkati Kita
Chintya Rantung July 05, 2026 10:35 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian untuk pria kaum bapa kristen.

Renungan ini disusun berdasarkan pembacaan alkitab Mazmur 67:1-8.

Renungan ini bisa digunakan saat memimpin ibadah ibadah pria kaum bapa.

Bisa dibaca setiap hari, sebelum menjalankan aktivitas.

Renungan ini disusun berdasarkan penjabaran dari Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan pemaknaannya dikhususkan untuk para pria kaum bapa kristen.

Tema perenungan adalah Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita.

Khotbah:

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan, 

Harus dengan jujur kita mengatakan bahwa lndonesia, tempat kita tinggal adalah tempat yang diberkati, tanahnya 
banyak kekayaan alam di dalamnya.

Dengan mata telanjang kita bisa melihat pohon kecil tumbuh di atas bangunan, ada tanaman yang tumbuh jauh dari jangkauan tangan kita yang dapat kita simpulkan bisa saja benih tanaman itu dijatuhkan burung.

Inilah kekuasaan Tuhan yang dahsyat. Dialah yang menciptakan dan memberi pertumbuhan. 

Tanah yang telah memberi hasilnya, itu benar, buktinya kita bisa mengambil rempah-rempah bahkan buah dan sayuran 
hasil dari pekarangan rumah atau kebun yang tidak jauh dari tempat kita tinggal.

Semua itu terjadi karena Tuhan yang memberkati kita semua termasuk alam di mana kita bisa menikmati keindahannya.

Banyak sekali dan hampir semua tempat, kita mendapati dapur hidup, apotek hidup yang semuanya dibuat di halaman rumah.

Inilah bukti bahwa Allah sudah memberkati dan kita tinggal mengelola apa yang telah Allah berikan. 

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan,

Pemazmur mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan atas apa yang Allah buat dalam hidupnya.

Kata yang diucapkan adalah berkat: Kiranya Allah mengasihi kita dan memberkati kita, kiranya ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. 

Artinya hanya Allah yang patut dipuji dan pemilik segalanya. Dialah yang berkuasa terhadap semua ciptaan. 

Pemazmur melanjutkan dengan mengatakan: Kiranya-bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.

Bagi pemazmur kita sebagai milik Allah yang hidup, berterima kasih dengan apa yang telah dilakukan Allah bagi kita. 

Tidak hanya tanah yang subur dan diberkati, kita pun yang mendiami tanah pemberian Allah bersyukur karena bisa 
merasakan alam yang indah dan bersahabat dengan kita manusia. 

Selama alam di bumi ini kita jaga dengan baik, maka alam juga akan bersahabat dengan kita dan kita tidak akan pernah 
kehilangan tempat tinggal dengan segala kekayaan alam.

Yang terpenting dalam hidup ini adalah memelihara apa yang Tuhan percayakan pada kita. 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Satu hal yang harus diutamakan dalam hidup menurut pemazmur adalah bersyukur dan ini harus dilakukan semua 
bangsa.

"Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu."

Kenapa harus ini yang utama? Karena tanah telah memberi hasilnya dan Allah yang memberkatinya.

Jadi kewajiban kita yang diberkati lewat karunia dan talenta yang ada pada kita adalah bersyukur.

Allah telah mempercayakan kepada kita untuk mengelola berkat Tuhan. Allah juga menginginkan kita memelihara tanah yang diberkatinya.

Sebagai Pria/Kaum Bapa kita menjaga apa yang Tuhan berikan lewat pekerjaan atau usaha kita, bahkan pelayanan kita.

Semuanya harus bertumbuh karena tanah yang Allah berikan adalah subur, artinya kehadiran kita adalah menjadi berkat bagi sesama.

Perbedaan itu indah, hanya dengan menghargai kepelbagaian kita akan mampu menerima setiap kelebihan dan kekurangan sesama kita yang adalah juga pemberian Allah. 

Pria/Kaum Bapa hadir menjadi tanah yang subur dan bisa menghasilkan. Kehadiran kita juga menjadi `tanah' yang 
diberkati bagi keluarga kita.

Istri dan anak-anak akan sangat bangga dengan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, mereka akan menceritakan kedahsyatan Tuhan dalam hidup mereka dengan melihat apa yang dikerjakan suami, papa, opa yang tercinta.

Mari kita gunakan kesempatan yang Tuhan berikan. Kita garap dan kelola tanah yang subur dan diberkati untuk menghasilkan buah bagi sesama.

Bekerjalah dengan rajin, berusahalah dengan sungguh-sungguh dan melayanilah dengan menyenangkan hati Tuhan, Tuhan pasti memberkati. Amin. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.