TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi menetapkan Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, sebagai tuan rumah penyelenggaraan HUT ke-27 Apkasi dan Grand Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) pada 2027.
Prosesi peralihan tongkat estafet tuan rumah dua perhelatan tahunan Apkasi ini dilakukan secara simbolis yakni bendera patakan Apkasi diserahkan oleh Pemkab Deli Serdang kepada Pemkab Belitung.
Sebagai tuan rumah, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan berharap kegiatan tersebut berdampak terhadap perekonomian.
"Kami merasa terhormat bisa jadi tuan rumah event berskala nasional karena ini berdampak positif bagi roda perekonomian di Deli Serdang. Semoga para tamu memiliki kesan dan pengalaman menyenangkan selama berkunjung di tempat kami," ujarnya.
Pada kesempatan itu, perwakilan tuan rumah, Yemima Mutiara Caren Sitanggang dari Kabupaten Deli Serdang, dinobatkan sebagai POI 2026, pada malam puncak Grand Final POI 2026 di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi menekankan pentingnya kapasitas intelektual dan ketajaman wawasan peserta dalam merespons tantangan zaman.
Ia mengaitkan peran pemuda dengan visi strategis nasional.
"Kualitas SDM adalah fondasi kemajuan bangsa. Langkah ini beriringan dengan agenda besar membangun Indonesia dari pinggiran, selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa. Generasi muda harus peka melihat isu daerah, mengeksplorasi sektor unggulan, dan menjadi pemantik agar potensi investasi serta pariwisata daerah terpromosikan dengan optimal," cetus Bursah, Minggu (5/7/2026).
Saat malam puncak Grand Final POI 2026 tersebut, Yemima menerima mahkota kebanggaan yang diserahkan langsung oleh Salsa Melania Aquina, Putri Otonomi Indonesia 2025 asal Kabupaten Ogan Ilir.
Adapun posisi Runner Up I diraih Annabelle Maliangkay (Kabupaten Minahasa Utara), Runner Up II oleh Syifa Nada Ashila Sulhi (Kabupaten Jember), dan Runner Up III oleh Cinta Kasih Sayang Celena (Kota Tangerang Selatan).
Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menegaskan POI yang digagas Apkasi didesain secara rigid untuk melatih personalitas, karakter, komunikasi, hingga kemampuan mempromosikan potensi seni, budaya, dan investasi daerah ke level internasional.
"Kami ingin para alumni dan pemenang jadi garda terdepan sebagai duta promosi daerah. Kualitas kompetisi ini terus kami tingkatkan dari tahun ke tahun," ujar Sarman.
Sebanyak 20 finalis dari berbagai wilayah di Indonesia melewati masa karantina sejak 27 Juni 2026 di Deli Serdang.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, POI 2026 mengukir terobosan baru melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan berupa program retret bela negara selama dua hari untuk pembekalan wawasan kebangsaan.
Selama karantina, finalis dibekali keahlian public speaking, kepemimpinan, personal branding, dan pemetaan potensi pariwisata regional oleh barisan juri profesional.
Tim dewan juri independen di antaranya dr Reisa Broto Asmoro, Hermita (Direktur Komersial BTN), Frista Yumi Amarta (Putri Indonesia 2025 & Alumni Putri Otonomi Daerah 2023), Raphaella Chayla Shaka (Putri Otonomi Indonesia 2024), dan Femi Indriani Dalimunte (Wakil Direktur Kemahasiswaan Politeknik Pariwisata Medan).
Baca juga: Forum Apkasi Dorong Perempuan Jadi Penggerak Daya Saing Daerah
Perhelatan berskala nasional ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-26 Apkasi di Deli Serdang yang dihadiri sedikitnya 230 bupati dan wakil bupati dari seluruh penjuru Tanah Air.