TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Duel sengit berbalut tekanan mental dan faktor alam tingkat tinggi akan tersaji di babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026.
Tuan rumah Meksiko dijadwalkan menantang raksasa Eropa, Inggris, di Mexico City Stadium atau Stadion Azteca pada Senin, 6 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Pertandingan krusial yang diprediksi berjalan super ketat ini akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan melalui layanan streaming MaxStream.
Selain menghadapi puluhan ribu suporter fanatik El Tri, skuad Inggris juga harus bertarung melawan ekstremnya atmosfer udara di ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut (mdpl) kota Meksiko.
Panasnya pratinjau laga ini ikut mengundang perhatian serius dari pencinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Fadil, seorang warga Pontianak sekaligus pendukung setia Timnas Inggris (The Three Lions), mengaku cukup cemas dengan kondisi fisik Harry Kane cs esok pagi.
• Prediksi Brasil vs Norwegia, Ujian Berat Selecao Meredam Teror Erling Haaland
"Sebagai pendukung Inggris, jujur saya agak khawatir dengan faktor geografis Stadion Azteca. Main di ketinggian 2.000 meter lebih itu sangat menguras oksigen, apalagi Meksiko sudah terbiasa. Meksiko juga sedang di puncak kepercayaan diri setelah menang di laga sebelumnya. Tapi, saya yakin taktik Thomas Tuchel dan kematangan skuad Inggris, terutama ketajaman Harry Kane, bisa menjadi pembeda di menit-menit krusial. Prediksi saya Inggris tetap bisa lolos, meski mungkin harus lewat babak perpanjangan waktu," ujar Fadil kepada Tribun Pontianak.
Kedua kesebelasan melangkah ke babak gugur dengan modal tren positif:
Meksiko: El Tri tampil sangat impresif dan konsisten sepanjang turnamen dengan keluar sebagai juara Grup A.
Pada babak 32 Besar, mereka sukses membungkam Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0 langsung di Stadion Azteca.
Inggris: Skuad The Three Lions menunjukkan mentalitas pantang menyerah khas mereka setelah memetik kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo berkat gol penentu Harry Kane di menit-menit akhir pertandingan.
Meksiko: Raul Jimenez menjadi tumpuan utama di lini depan setelah sukses mencetak gol ke gawang Afrika Selatan dan Ekuador.
Ia akan disokong oleh Julian Quinones yang pergerakannya sedang tidak terbendung.
Inggris: Kapten sekaligus finisher ulung Harry Kane tetap menjadi senjata paling mematikan di lini serang, didukung barisan pemain kreatif seperti Jude Bellingham dan Bukayo Saka.
25/05/2010: Inggris 3-1 Meksiko
25/05/2001: Inggris 4-0 Meksiko
29/03/1997: Inggris 2-0 Meksiko
16/06/1966: Inggris 2-0 Meksiko
Berdasarkan data resmi, peluang hasil akhir dalam kurun waktu normal (90 menit) diprediksi berjalan sangat berimbang:
Peluang Kemenangan Meksiko: 30 persen
Peluang Waktu Tambahan (Imbang): 30 %
Peluang Kemenangan Inggris: 40 %
Meskipun Meksiko diuntungkan faktor cuaca dan dukungan penuh suporter, Inggris tetap memegang persentase keunggulan tertinggi di angka 40?rkat kedalaman skuad bertabur bintang dan pengalaman mereka di laga-laga bertekanan tinggi.
Meksiko (4-3-3): Rangel; Sanchez, Montes, Vasquez, Gallardo; Mora, Lira, Romo; Alvarado, Raul Jimenez, Julian Quinones.
Pelatih: Javier Aguirre.
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.
Pelatih: Thomas Tuchel. (*)