Jembatan Serayu Banyumas Dibuka Lebih Cepat, Pengelola Penyeberangan Perahu Terancam Rugi
M Syofri Kurniawan July 06, 2026 09:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Percepatan pembukaan Jembatan Serayu pada Senin (6/7/2026) sejak pukul 08.00 WIB disambut gembira oleh ribuan pengguna jalan. 

Namun, di balik kabar baik tersebut, ada warga yang harus menelan kerugian lantaran terlanjur berinvestasi membuka jasa penyeberangan perahu selama masa penutupan jembatan.

Salah satunya Kuat, warga Kaliori, Banyumas. 

Baca juga: Simak! Ini Jadwal Pembukaan Kembali Jembatan Serayu Banyumas

Usaha penyeberangan perahu yang baru dijalankannya selama sekitar dua pekan kini dipastikan kehilangan penumpang setelah Jembatan Serayu kembali dibuka lebih cepat dari jadwal semula.

Kuat mengaku bersama rekan-rekannya menyewa dua perahu milik nelayan asal Cilacap untuk melayani warga yang hendak menyeberangi Sungai Serayu dari kawasan Klenteng Banyumas. 

Selain biaya sewa perahu yang dibayarkan setiap hari, mereka juga mengeluarkan modal lebih dari Rp10 juta untuk membangun dek serta jalur turun agar kendaraan bermotor dapat naik dan turun dari perahu dengan aman.

"Perahunya sewa nelayan dari Cilacap, bayarnya harian. Untuk bikin dek sama jalur turun habis sekitar Rp10 jutaan lebih. Perahunya ada dua," kata Kuat kepada Tribunbanyumas.com, Senin (6/7/2026). 

Ia mengaku nekat membuka usaha penyeberangan karena saat itu mendapat informasi penutupan Jembatan Serayu akan berlangsung hingga akhir Juli 2026. 

Dengan perkiraan operasional selama lebih dari satu bulan, ia berharap modal yang telah dikeluarkan bisa kembali.

Namun harapan tersebut pupus setelah proyek perbaikan jembatan selesai jauh lebih cepat.

"Baru jalan pas dua minggu Senin besok. Tahunya penutupan sampai akhir Juli, ternyata jembatan dibuka lebih cepat. Kayaknya tidak balik modal," ujarnya.

Selama penutupan Jembatan Serayu, jasa penyeberangan perahu menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang ingin menghemat waktu perjalanan dibanding harus memutar melalui jalur lain.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, jumlah titik penyeberangan darurat pun bertambah. 

Dari semula hanya dua titik, berkembang menjadi enam titik penyeberangan atau 12 dermaga yang berada di sisi utara dan selatan Sungai Serayu.

Keberadaan penyeberangan tersebut sempat membantu mobilitas warga yang beraktivitas antara wilayah Banyumas dan Purwokerto. 

Namun, dengan dibukanya kembali Jembatan Serayu, aktivitas penyeberangan dipastikan berhenti karena masyarakat kembali memilih melintasi jembatan.

Di sisi lain, masyarakat pengguna jalan menyambut positif percepatan pembukaan jembatan tersebut.

Tri Hartono, warga Pasinggangan, Banyumas, mengaku bersyukur akses penghubung Banyumas-Purwokerto kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi harus memutar atau mengantre menggunakan perahu.

"Alhamdulillah bisa dibuka lebih cepat, jadi tidak repot memutar ataupun mengantre naik perahu penyeberangan darurat. Cuman ya, turut prihatin buat warga yang baru membuka jasa penyeberangan, tapi mau gimana lagi," katanya.

Sebelumnya, proses renovasi Jembatan Serayu dijadwalkan berlangsung selama 45 hari kalender sejak 15 Juni 2026 atau hingga 30 Juli mendatang.

Namun pengerjaan berhasil diselesaikan lebih cepat karena dilakukan selama 24 jam tanpa henti dengan dukungan penggunaan material beton yang mempercepat proses pengerasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, membenarkan percepatan pembukaan jembatan tersebut. 

"Mulai hari ini Senin, 6 Juli pukul 08.00 WIB, jembatan sudah dibuka untuk semua jenis kendaraan," ujar Kresnawan.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Omar Udaya. 

Ia memastikan arus transportasi masyarakat akan kembali normal setelah akses Jembatan Serayu dibuka sepenuhnya.

"Sekarang pengendara sudah tidak perlu memutar lagi, karena jembatan sudah dibuka berkaitan dengan renovasi yang telah selesai seluruhnya," jelas Omar.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar lokasi.

Untuk mengantisipasi kepadatan pada hari pertama pembukaan, personel Dishub bersama Satlantas Polresta Banyumas juga disiagakan di kawasan jembatan guna melakukan pengaturan lalu lintas.

"Pihak kami bersama Satlantas Polresta Banyumas juga tetap melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan lalu lintas berjalan lancar," tutupnya. (jti) 

Baca juga: Daun Gugur Disulap Jadi Aneka Produk, Karya UMKM Banyumas Ini Tembus Pasar Eropa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.