Folarin Balogun mengalami perubahan dramatis dari status diskors menjadi diizinkan bermain dalam kisah mengejutkan Piala Dunia yang kini melibatkan kartu merah langsung, kode disipliner FIFA, kemarahan Belgia, dan laporan mengenai panggilan dari Presiden Donald Trump.
Penyerang Amerika Serikat itu awalnya diperkirakan akan absen pada laga Babak 16 Besar melawan Belgia di Seattle pada hari Senin setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun, FIFA menangguhkan hukuman larangan satu pertandingannya berdasarkan Pasal 27, sehingga Balogun tetap memenuhi syarat untuk tampil pada pukul 20.00 ET, dan membuat Belgia bertanya-tanya: bagaimana hal itu bisa terjadi?
Mengapa Folarin Balogun diskors sebelum FIFA menggunakan Pasal 27 untuk membebaskannya — hukuman Balogun terjadi pada menit ke-64 dalam kemenangan 2-0 Amerika Serikat atas Bosnia dan Herzegovina pada hari Rabu. Ia mencetak gol pembuka, gol ketiganya di turnamen ini, sebelum menantang bek Tarik Muharemović dan secara tidak sengaja menginjak bagian belakang pergelangan kakinya.
Wasit Raphael Claus awalnya tidak meniup peluit tanda pelanggaran. Namun setelah tayangan VAR, Claus meninjau ulang di monitor dan kemudian memberikan kartu merah langsung kepada Balogun karena dianggap melakukan pelanggaran berat. Berdasarkan peraturan Piala Dunia, hal itu biasanya berarti pemain tersebut diusir dari lapangan dan otomatis dilarang tampil di pertandingan berikutnya.
Itulah sebabnya insiden ini menjadi perdebatan besar. Pejabat FIFA dan Federasi Sepak Bola Amerika Serikat pada awalnya menyatakan bahwa hukuman kartu merah tidak dapat diajukan banding. Dua hari kemudian, FIFA menegaskan bahwa Balogun harus menjalani larangan satu pertandingan. Namun kemudian, pada hari Minggu, situasi berubah.
FIFA mengumumkan bahwa mereka menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut berdasarkan Pasal 27 dari Kode Disipliner FIFA. Kartu merah tetap tercatat dalam catatan Balogun selama masa percobaan satu tahun. Jika dalam periode tersebut ia melakukan pelanggaran serupa, maka larangan bermain dapat diberlakukan kembali.
Hal ini tidak berarti kartu merah tersebut dihapus. Artinya, FIFA hanya menunda pelaksanaan hukuman. Perbedaan teknis tersebut kini menjadi hal yang sangat penting dalam kasus ini.
Mengapa laporan mengenai panggilan Trump dan kemarahan Belgia membuat keputusan ini semakin memanas — surat kabar The Guardian melaporkan bahwa Trump melakukan tiga kali panggilan ke FIFA sejak hari Rabu untuk mendesak perubahan keputusan. NBC News juga melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, bahwa Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino dan memintanya meninjau ulang hukuman Balogun. FIFA tidak mengonfirmasi apakah panggilan tersebut memengaruhi keputusan akhir mereka.
Meski begitu, Trump tetap merayakannya dengan menulis, “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar ini!”
Pernyataan itu mengubah pembalikan keputusan disipliner yang sudah aneh menjadi perdebatan politik di dunia sepak bola. Pelatih kepala Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mendukung hasil keputusan tersebut namun menolak gagasan bahwa politik seharusnya memengaruhi keputusan sepak bola.
“Tidak, kita tidak boleh mencampuradukkannya. Kita tidak boleh mencampuradukkannya,” kata Pochettino pada hari Minggu seperti dikutip ESPN. Ia juga menambahkan bahwa Amerika Serikat sudah cukup dirugikan karena bermain dengan 10 pemain melawan Bosnia dan Herzegovina.
Belgia tidak menganggap hal ini sebagai klarifikasi aturan biasa. Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia menyatakan bahwa mereka “terkejut” dengan keputusan FIFA dan menegaskan bahwa kartu merah seharusnya otomatis membawa larangan bermain di pertandingan berikutnya. Federasi itu juga menyebutkan bahwa mereka sedang “menyelidiki semua opsi yang mungkin.”
Masalah bagi Belgia cukup jelas. Staf pelatih mereka telah menghabiskan sebagian besar waktu persiapan dengan asumsi bahwa tim Amerika Serikat akan bermain tanpa Balogun. Kini, kurang dari 24 jam sebelum kick-off, Amerika Serikat mendapatkan kembali pencetak gol terbanyak mereka di Piala Dunia.
Ada beberapa preseden sebelumnya. FIFA pernah menggunakan Pasal 27 untuk mengurangi hukuman Cristiano Ronaldo baru-baru ini, dan ESPN mencatat bahwa Nicolás Otamendi serta Moisés Caicedo juga pernah memiliki larangan satu pertandingan yang ditunda sebelum Piala Dunia.
Balogun bukanlah pemain biasa. Ia telah mencetak tiga gol dalam tiga kali menjadi starter dan kehadirannya mengubah cara Belgia harus bertahan menghadapi Amerika Serikat. Jika ia berhasil mencetak gol pada hari Senin, perdebatan kartu merah ini tidak akan berhenti di buku peraturan — melainkan akan menjadi bagian dari sejarah pertandingan itu sendiri.