DETIK-DETIK Penemuan Jasad Tiga Anggota Polisi Usai Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
AbdiTumanggor July 06, 2026 04:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com – Penemuan jasad tiga anggota Polri pasca penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memunculkan dugaan baru yang menggemparkan.

Ketiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan itu yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumariyanto, diduga sempat disekap dan dianiaya sebelum jasad mereka dibuang ke sungai.

Detik-detik Penemuan Jasad di Sungai

Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, Sabtu (4/7/2026), sehari setelah insiden.

Sehari kemudian, Minggu (5/7/2026), jasad Aiptu Sumariyanto ditemukan tersangkut kayu di DAS Katingan, tepatnya di Desa Rantau Asem, sekitar 8 kilometer dari lokasi awal.

Dugaan Penyiksaan

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami apakah para polisi gugur sebelum atau sesudah berada di sungai.

“Kalau sebelum nyebur ke sungai sudah meninggal, ini bisa jadi mereka ditangkap dulu, disekap, dianiaya, lalu dibuang,” ujar Anam dalam tayangan Kompas TV, Senin (6/7/2026).

Jika dugaan itu terbukti, kasus ini bukan sekadar pembunuhan, melainkan bentuk perlawanan terhadap negara dalam upaya pemberantasan narkotika.

Kompolnas menegaskan seluruh pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

Detik-Detik Mencekam Penggerebekan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa operasi berawal dari informasi masyarakat tentang peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Target operasi adalah residivis berinisial BIO.

Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diterjunkan.

Saat penangkapan, massa melakukan perlawanan dengan senjata tajam dan senjata api rakitan.

Personel terpaksa menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan.

Seorang terduga pelaku berinisial A berhasil ditangkap di lanting sedot emas Desa Tumbang Pariyei.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan anggota, baru kemudian pengungkapan kasus.

Sosok Aiptu Sumariyanto

Di mata keluarga dan rekan, Aiptu Sumariyanto dikenal sebagai sosok ramah, teladan, dan berdedikasi tinggi.

Putrinya, Khanza (16), mengaku sangat terpukul atas kepergian sang ayah.

Rekan satu angkatan, AKP Miftah Khoiri, mengenang almarhum sebagai pribadi yang akrab, rajin, dan selalu menjaga kebersamaan.

Jenazah Aiptu Sumariyanto disalatkan di Masjid Al-Ghufron, Kasongan, sebelum dimakamkan.

Suasana haru menyelimuti keluarga dan sahabat yang kehilangan sosok teladan.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa perlawanan terhadap aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkotika semakin brutal.

Investigasi Kompolnas di Palangkaraya dan Katingan diharapkan mampu mengungkap kebenaran, sekaligus memastikan keadilan bagi para polisi yang gugur.

Baca juga: DETIK-DETIK Penemuan Jasad Tiga Anggota Polisi Usai Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Di Sumut, Polisi Tabrak Mobil Warga, Kini Dipatsuskan

Di Sumatera Utara, Polda Sumut melakukan penempatan khusus (patsus) terhadap oknum polisi berinisial Aipda HSR yang terlibat dalam insiden tabrakan dengan mobil milik warga sipil berinisial LH di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumut, pekan lalu.

"Iya, sudah dimasukkan ke penempatan khusus," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Ferry Walintukan, Jumat (3/7/2026) lalu.

Aipda HSR ditempatkan di Penempatan Khusus (Patsus) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, hingga kini belum diketahui sejak kapan yang bersangkutan ditempatkan di Patsus oleh Polda Sumut.

Sebelumnya, Polisi inisial Aipda HSR viral di media sosial karena aksinya menabrak mobil warga di Jalan Karya Wisata, Medan.

Aipda HSR menabrak mobil warga karena curiga istrinya ada di mobil tersebut bersama pria lain.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Jumat (26/6/2026), tampak ada satu mobil hitam yang ditabrak dari belakang.

Mobil yang menabrak itu juga berwarna hitam.

Saat kecelakaan itu, mobil angkot yang berada di lokasi juga ikut tertabrak.

Pada akhir video itu tampak kondisi mobil yang rusak parah di bagian depannya. Peristiwa itu disebut terjadi di sekitar simpang Jalan Karya Wisata Medan Johor.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengagakan peristiwa itu terjadi pada 28 Mei 2026.

Ia mengatakan saat itu HRS tengah mengemudikan mobil Innova, sedangkan korban LH mengemudikan mobil HRV.

Awalnya, kata Ferry, HSR mendapat informasi bahwa istrinya tengah berada di mobil itu bersama LH.

HSR pun mencari keberadaan mobil itu.

Setelah menemukannya, HSR mengejarnya hingga berujung menabraknya.

"Hasil pemeriksaan sementara dijelaskan bahwa terlapor HSR mendapatkan informasi bahwa pelapor LH pergi bersama istri yang bersangkutan (HSR). Jadi, terlapor dengan motif cemburu melakukan pengejaran dan menemukan kendaraan pelapor LH yang menggunakan HRV dan ditabrak dengan kendaraan terlapor dari belakang,"ujarnya.

Namun, saat dicek, wanita yang berada di dalam mobil bersama LH itu bukanlah istri HSR. "Ternyata hasil pemeriksaannya yang bersama LH bukan istri yang bersangkutan (HSR)," ujarnya.

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.