Yang kedua, apakah memang harus semua murid menerima? Apakah dimungkinkan misalnya hanya murid yang betul-betul membutuhkan yang menerima
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya telah menyampaikan dan mendiskusikan sejumlah masukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pembahasan masukan tersebut dilakukan pada Rabu (1/7) saat pihaknya menerima agenda audiensi dari Kepala BGN Nanik S Deyang di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat.
“Kami beberapa waktu lalu sharing saja, berbagi pengalaman, kami sharing data terhadap pelaksanaan MBG selama ini dan apa yang bisa diperbaiki agar MBG tepat sasaran, bermanfaat bagi seluruh murid ke depannya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti usai menghadiri kegiatan Tausiah Muharam 1448 H di Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen Senayan, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan diskusi dengan BGN tersebut dikarenakan para murid sekolah merupakan penerima manfaat paling banyak dari Program MBG.
Beberapa masukan tersebut antara lain bagaimana memperbaiki penyaluran Program MBG agar lebih tepat sasaran dan efektif, mulai dari distribusi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga adanya opsi yang memungkinkan untuk memanfaatkan kantin-kantin di tiap satuan pendidikan.
Selain itu Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya juga mendiskusikan masukan terkait sasaran penerima Program MBG, yakni apakah memungkinkan penerima Program MBG hanya para murid yang benar-benar membutuhkan.
“Yang kedua, apakah memang harus semua murid menerima? Apakah dimungkinkan misalnya hanya murid yang betul-betul membutuhkan yang menerima,” katanya.
Terakhir, pihaknya juga mendiskusikan terkait penyaluran Program MBG di wilayah 3T yang secara kondisi geografis memiliki tantangan tersendiri.
Mendikdasmen menegaskan hasil diskusi tersebut belum menghasilkan keputusan apapun karena tetap menunggu keputusan Presiden bersama Kepala BGN.
“Jadi semuanya belum ada keputusan, masih berupa diskusi dan akhirnya nanti tentu saja Pak Presiden bersama BGN yang memutuskan,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.





