Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meluncurkan kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) sebagai upaya untuk menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, inklusif, dan membahagiakan bagi setiap anak.
"Kampanye Bersama Lindungi Anak adalah sebuah ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan bulan ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, sebagai momentum untuk menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, inklusif, dan membahagiakan bagi setiap anak," kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan bahwa kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) merupakan penguatan dari Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas Rana) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) beberapa waktu lalu.
"Kami yang tergabung di dalam Gerakan Nasional Rana tersebut, melanjutkan sesuai dengan tugas fungsi masing-masing kementerian/lembaga (K/L), sehingga pada hari ini sebagai amanah dari bagian Gernas tersebut, kami melanjutkan kembali kampanye Berlian," kata Arifah Fauzi.
Dalam kampanye Berlian ini, pemerintah berharap anak-anak mendapatkan perlindungan, bebas dari kekerasan, bebas dari diskriminasi, bebas dari perundungan, bebas dari perkawinan di usia anak, anak mendapatkan pengasuhan yang positif dari keluarga, dari dunia pendidikan, dan juga dari lingkungan masyarakat. Kemudian juga menciptakan ruang digital yang aman.
"Perhatian khusus kami adalah pada partisipasi anak. Karena saat ini kita juga harus mendengarkan apa sesungguhnya yang diinginkan oleh anak-anak kita, sehingga kita bisa menjembatani. Karena kita tidak bisa melihat persoalan hanya dari perspektif kita sebagai orang tua, tetapi bagaimana kita melihat persoalan itu menurut perspektif anak-anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.





