TRIBUNPALU.COM, PALU - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Republik Indonesia Prof Kamaruddin Amin (57) membuka Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026)
Kehadirannnya di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu disamput jajaran UIN Datokarama dan Kanwil Kemenag Sulteng.
Dalam prosesi penyambutan, Rektor Prof Lukman Hakim memakaikan Siga dan kain selempang berwarna kuning kepada Prof Kamaruddin sebagai simbol penghormatan dan memuliakan tamu yang datang Tanah Kaili.
Kata Rektor, kehadiran Sekjen Kemenag di kegiatan Poros Intim merupakan bentuk dukungan dan perhatian serius Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap Poros Intim yang digagas oleh PTKIN se-Indonesia Timur.
Baca juga: 500 Mahasiswa se-Indonesia Timur Ikuti Poros Intim di Palu, Berlangsung Selama 5 Hari
Di samping itu, ujar Prof Lukman, kehadiran Sekjen Kemenag juga sebagai bentuk konsistensi dan komitmen yang kuat Kementerian Agama dalam membina dan mengembangkan potensi mahasiswa PTKIN khususnya di wilayah Indonesia Timur.
"Oleh karena itu, kehadiran Sekjen Kemenag merupakan motivasi dan angin segar bagi PTKIN di wilayah Indonesia Timur," ujar Ketua PWNU Sulteng tersebut.
Poros Intim IV yang diikuti 500 mahasiswa PTKIN se-Indonesia Timur, dari Pulau Nusa Tenggara Barat (NTT), Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Seremonial pembukaan berlangsung pukul 20.00 Wita.
Poros Intim IV dilaksanakan selama enam hari, 6-11 Juli 2026, di di Kampus UIN Datokarama Palu.
Baca juga: Raih WTP ke-12, Pemkot Palu Ajukan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD
Kegiatan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, seni dan riset.
Cabang olahraga terdiri dari futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, pencak silat. Kemudian cabang riset terdiri dari, karya tulis ilmiah Al Quran, karya tulis ilmiah hadits.
Cabang ornamen seni terdiri dari, MTQ, MHQ, MQQ, Pop Solo Islami, Nasyid, Kaligrafi, Pidato Tausiah, dan Debat Konstitusi.(*)