Viral Kisah Pria China Tegur Pengunjung yang Makan Babi di Zona Halal
GH News July 06, 2026 08:08 PM
Jakarta -

Seorang pria berdarah China viral usai menegur pengunjung yang menyantap makanan babi di rest area zona halal Malaysia. Begini kronologi lengkapnya.

Sebuah video dari Malaysia menjadi sorotan di media sosial. Isinya memperlihatkan teguran terkait makanan berbahan babi di area Rest and Recreation (R&R) halal.

Pria yang menegur merupakan keturunan China. Ia mengingatkan pengunjung yang datang sambil membawa makanan berbahan babi dan seekor anjing.

Aksi pria tersebut menuai banyak pujian karena dinilai mengedepankan sikap saling menghormati aturan dan sensitivitas terhadap masyarakat Muslim.

Dikutip dari The Rakyat Post (5/7) insiden itu dilaporkan terjadi di R&R Simpang Pulai arah selatan.

Pria Tionghoa tegur yang makan babi di zona halal.Pria Tionghoa tegur yang makan babi di zona halal. Foto: Facebook/The Rakyat Post

Dalam video yang beredar, pria tersebut menghampiri seorang pria China lain yang sedang berada di area istirahat sambil membawa anjing peliharaan dan menyantap makanan berbahan dasar babi.

Dengan nada tenang, pria tersebut mengingatkan bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan halal yang banyak digunakan masyarakat Muslim untuk beristirahat dan makan.

Ia meminta pengunjung tersebut meninggalkan area demi menghormati aturan yang berlaku.

"Saya juga orang China dan saya juga suka anjing. Namun, tindakan ini akan berdampak pada orang Muslim," ujarnya.

Saat pria yang ditegur mengaku tidak mengetahui aturan tersebut, pria itu kembali bertanya apakah ia merupakan warga Malaysia.

Setelah dijawab "ya", ia mengatakan, "Kalau Anda orang Malaysia, seharusnya tahu bahwa tidak boleh membawa anjing ke sini."

Pemilik Resto Ini Didenda Rp 77 Juta Karena Pasang Logo Halal PalsuIlustrasi logo halal di Malaysia. Foto: Site News

Video tersebut kemudian diunggah ulang di media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Banyak netizen menilai cara penyampaiannya sopan dan tidak memancing emosi.

Mereka juga menganggap sikap tersebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kenyamanan ruang publik.

Salah satu komentar yang banyak mendapat perhatian berbunyi, "Tidak peduli apa pun bangsanya, kalau memang salah ya harus diingatkan."

Namun, tidak semua pengguna media sosial sepakat. Sebagian mempertanyakan apakah area tersebut benar-benar memiliki penanda resmi sebagai kawasan halal.

Ada pula yang berpendapat bahwa sikap saling menghormati semestinya diterapkan secara adil kepada semua kelompok masyarakat.

Kawasan R&R di jalan tol Malaysia sendiri memang identik dengan deretan gerai makanan dan minuman yang mayoritas telah mengantongi sertifikasi halal.

Area ini menjadi tempat singgah favorit para pelancong Muslim sehingga aturan mengenai makanan nonhalal maupun keberadaan hewan tertentu menjadi perhatian penting demi menjaga kenyamanan bersama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.