TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama PT Tujuan Mulia Makmur (TMM) menggelar sosialisasi perdana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kegiatan ini menjadi tahapan penting setelah proyek memasuki fase persiapan pembangunan.
Sebelumnya, proyek tersebut telah menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN pada 25 Mei 2025, memperoleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) pada 30 Juli 2025, serta mengantongi Izin Lingkungan pada 8 Januari 2026, sedangkan tahapan berikutnya groundbreaking telah dilaksanakan secara simbolis pada 25 Mei 2026.
Baca juga: Program Penguatan RT dan Dasa Wisma di Mahulu Diluncurkan, Jadi Prioritas Meski Defisit Anggaran
Sosialisasi ini dihadiri Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Suhuk, unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala kampung, tokoh adat, dan masyarakat, serta perwakilan Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, PT TMM, dan PLN.
Bupati Angela Idang Belawan menyampaikan bahwa Mahakam Ulu memiliki potensi sumber daya alam, khususnya energi air, yang sangat besar dan harus dikelola secara bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Potensi energi air yang kita miliki harus mampu menjadi modal pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Mahakam Ulu," kata Angela saat membuka sosialisasi pada Senin (6/7/2026).
Kawasan Batoq Kelo selama ini diketahui masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses transportasi, jaringan telekomunikasi hingga pasokan listrik yang masih mengandalkan PLTS komunal dengan kapasitas terbatas.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyambut baik investasi pembangunan PLTA Batoq Kelo karena dinilai tidak hanya menghadirkan pembangkit listrik, tetapi juga membuka peluang percepatan pembangunan daerah, peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.
"Kami berharap pembangunan PLTA Batoq Kelo dapat berjalan dengan baik melalui dukungan semua pihak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan menjadi pendorong kemajuan daerah," ujarnya.
Sosialisasi perdana ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang sama dari pelaksanaan proyek sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu. (*)