TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat dengan terjadinya dua kali awan panas guguran (APG) pada Senin (6/7/2026) pagi. Meski belum menimbulkan dampak hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), kedua awan panas guguran tersebut meluncur ke sektor barat daya, yakni ke arah hulu Kali Putih dan Kali Krasak yang berada di wilayah Kabupaten Magelang.
Penata Layanan Informasi sekaligus Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang, Rian Iqbal Kurniawan, mengatakan awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 08.28 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.700 meter. Selang sekitar 13 menit kemudian, Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh kurang lebih 2.000 meter ke arah yang sama.
"Pada pagi hari ini kami menerima informasi dari BPPTKG bahwa terjadi dua kali awan panas guguran. Yang pertama meluncur sekitar 1.700 meter dan yang kedua sekitar 2.000 meter, keduanya mengarah ke sektor barat daya atau ke arah Kali Putih dan Kali Krasak," ujar Rian.
Meski aktivitas Merapi kembali meningkat, hingga Senin pagi BPBD Kabupaten Magelang belum menerima laporan adanya hujan abu maupun dampak lain yang dirasakan masyarakat di wilayah lereng Merapi.
"Sampai pagi ini kami belum menerima informasi adanya dampak hujan abu akibat awan panas guguran tersebut," katanya.
Menurut Rian, fenomena awan panas guguran masih menjadi bagian dari dinamika aktivitas Merapi yang terus dipantau secara intensif. Sepanjang awal Juli 2026, tercatat telah terjadi sekitar enam hingga sepuluh kali awan panas guguran.
"Kalau guguran lava pijar memang relatif sering terjadi. Namun untuk awan panas guguran, sejak awal Juli frekuensinya sudah sekitar enam sampai sepuluh kali," jelasnya.
BPBD Kabupaten Magelang meminta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi seluruh rekomendasi BPPTKG. Warga, pendaki, maupun aktivitas lainnya diminta tidak memasuki kawasan rawan bencana, terutama di sekitar puncak Gunung Merapi dan sepanjang alur sungai yang berhulu di Merapi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi area bahaya di sekitar puncak Gunung Merapi maupun aliran sungai yang berhulu di Merapi sesuai rekomendasi BPPTKG," tegas Rian.
BPBD juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan BPPTKG untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi serta segera menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan aktivitas yang berpotensi menimbulkan ancaman di wilayah Kabupaten Magelang.