Diawali dengan dinamika menarik dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Kabupaten Ponorogo untuk tahun ajaran 2026/2027.
Selanjutnya kronologi kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan yang terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di depan Resto O'Seafood, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Terakhir fakta baru dalam kasus pembunuhan Merinda Tri Agustin (22), perempuan asal Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang ditemukan tewas tanpa busana di dalam kamar rumahnya.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Pengurukan Sampah di Ponorogo Habiskan Rp235 Juta hingga Reuni Akbar Alumni Gontor
Dinamika menarik mewarnai proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Kabupaten Ponorogo untuk tahun ajaran 2026/2027.
Pasca-pleno penetapan yang digelar pada 30 Juni 2026 lalu, tercatat adanya ketimpangan jumlah pendaftar yang cukup mencolok di antara setiap jenjang pendidikan.
Ketika kursi untuk jenjang SMP dan SMA diserbu peminat hingga melebihi daya tampung, kondisi sebaliknya justru terjadi pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Pagu kursi untuk siswa SD terpantau masih sepi peminat dan belum memenuhi target operasional.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Ponorogo, Kademin, membenarkan situasi tersebut. Menurutnya, dari total kuota 30 kursi yang disediakan untuk jenjang SD, saat ini baru terisi sebanyak 16 anak.
“Kemarin telah ditetapkan ya untuk siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Kabupaten Ponorogo tahun ini. Jenjang SD masih terisi 16 anak, sementara untuk SMP dan SMA justru kelebihan pendaftar,” ungkap Kademin saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026).
BACA SELENGKAPNYA >>
Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di depan Resto O'Seafood, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan melibatkan mobil Hyundai Palisade putih bernomor polisi AG 55 SIS, sepeda motor Honda Scoopy AG 6027 VCA, Toyota Avanza AG 1605 XR, serta Isuzu Panther AG 1837 EY.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Kediri Kota, Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, Hyundai Palisade yang dikemudikan DW (16), warga Kabupaten Nganjuk, melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi.
"Di depan kendaraan tersebut melaju Honda Scoopy yang dikendarai NA (19) berboncengan dengan FZ (19). Diduga karena pengemudi Hyundai kurang berkonsentrasi dan jarak kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan dari belakang pun tidak dapat dihindari," kata Andi Anang, Senin (6/7/2026).
Benturan keras tersebut, lanjutnya, membuat Hyundai Palisade kehilangan kendali dan bergerak ke jalur berlawanan. Mobil tersebut kemudian menghantam Toyota Avanza yang datang dari arah utara ke selatan.
Tidak berhenti sampai di situ, Hyundai Palisade kembali menabrak Isuzu Panther yang berada di belakang Avanza pada jalur yang sama sehingga terjadi kecelakaan beruntun.
BACA SELENGKAPNYA >>
Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan Merinda Tri Agustin (22), perempuan asal Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang ditemukan tewas tanpa busana di dalam kamar rumahnya.
Keluarga korban mengaku tidak pernah curiga sedikit pun terhadap Ari (18), pria yang selama ini diketahui sebagai pacar Merinda dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.
Paman korban, Saniman, mengatakan hubungan asmara keduanya telah berlangsung hampir satu tahun. Mereka mulai berpacaran setelah berkenalan pada perayaan Agustusan 2025.
"Ya hampir satu tahunan, mulai ketemu pas Agustusan kemarin," ujar Saniman kepada TribunJatim.com, Sabtu siang (4/7/2026).
Menurutnya, selama menjalin hubungan, keluarga tidak pernah melihat adanya persoalan serius di antara keduanya.
Bahkan, Ari beberapa kali datang mengantar Merinda sehingga keluarga mengetahui hubungan tersebut.
Meski demikian, Saniman mengaku tidak terlalu mengenal dekat sosok Ari.
"Tidak begitu kenal akrab. Pernah mengantar sampai sini dan sempat salaman, tapi bukan di rumah saya, melainkan di rumah saudara," katanya.
BACA SELENGKAPNYA >>