Surplus Neraca Perdagangan DIY Hingga Mei 2026 Mencapai 187,78 Juta Dollar AS
Hari Susmayanti July 07, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Neraca perdagangan DIY hingga Mei 2026 mengalami surplus US$187,78 juta.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, surplus neraca perdagangan DIY menguat US$41,78 juta.

Pada periode  yang sama tahun 2025 lalu, neraca perdagangan DIY surplus US$145,30.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan secara bulanan surplus neraca perdagangan pada Mei 2026 tidak setinggi bulan sebelumnya.

Surplus neraca perdagangan DIY pada Mei 2026 sebesar US$30,97. Sementara pada April 2026 surplus neraca perdagangan mencapai US$56,16 juta.

"Meskipun tidak sebesar bulan April (2026) secara bulanannya, tetapi surplus neraca perdagangan DIY periode Januari sampai Mei 2026 ini menguat," katanya, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan Amerika Serikat mencatatkan surplus terbesar sepanjang Januari hingga Mei 2026 yakni US$101,84 juta.

Ada tiga komoditas penyumbang surplus terbesar, yakni pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, pakaian dan aksesorisnya rajutan, dan barang dari kulit samak.

Baca juga: Susuri 80 Km Garis Imajiner Jogja, Sri Sultan HB X Minta Pramuka Asing Menginap di Rumah Warga

Selain Amerika Serikat, Australia juga menyumbang surplus sebesar US$29,98 juta. Komoditas penyumbang surplus terbesar adalah plastik dan barang dari plastik, pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan.

Jerman juga mencatatkan surplus, yakni sebesar US$23,02 juta. Komoditas penyumbang surplus terbesar ialah pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, pakaian dan aksesorisnya rajutan, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan.

Sedangkan penyumbang defisit neraca perdagangan terdalam ialah Tiongkok yakni US$21,72 juta. Komoditas penyumbang defisit terdalam ialah kain rajutan, kapas, dan kain tekstil dilapisi atau dilaminasi.

Penyumbang defisit berikutnya ialah Hong Kong yakni US$11,93 juta. Komoditas penyumbang defisit terdalam yakni kain rajutan, kain kempa, benang khusus, serta benang pintal, dan kain tenunan khusus.

Sementara penyumbang defisit lainnya ialah Taiwan sebesar US$4,44 juta karena komoditas kain rajutan, filamen buatan, dan kain tekstil dilapisi atau dilaminasi.

"Komoditas penyumbang surplus adalah pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan. Diikuti pakaian rajutan dan aksesorisnya, perabotan, lampu, dan alat penerangan, barang dari kulit samak, dan plastik serta barang dari plastik," terangnya.

"Sebaliknya penyumbang defisit terdalam adalah kain rajutan, kereta api, trem, dan bagiannya, filamen buatan, kain tekstil dilapisi atau dilaminasi, dan kain tenunan khusus," imbuhnya. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.