TRIBUN-TIMUR.COM - Demonstrasi penggunaan drone pertanian oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menjadi salah satu perhatian dalam Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang digelar di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Jumat (3/7/2026).
Melalui Tim AeroTani, mahasiswa memperagakan pemanfaatan teknologi drone untuk mendukung budidaya tanaman, mulai dari pemetaan lahan hingga aplikasi sarana produksi pertanian secara cepat, tepat, dan efisien. Aksi tersebut mendapat antusiasme dari petani dan peserta yang mengikuti kegiatan.
Gerakan Tanam Serempak merupakan program Kementerian Pertanian untuk mempercepat musim tanam, meningkatkan produksi padi nasional, serta mendukung target swasembada pangan.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Islamuddin, Pelaksana Tugas Direktur Polbangtan Gowa Sartika, Wakil Direktur II Polbangtan Gowa Mufidah Muis, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Irvan, Ketua Kelompok Substansi Pengolahan Penyuluhan Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Akmal Amir, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, dan mahasiswa Polbangtan Gowa.
Dalam kegiatan tersebut, Polbangtan Gowa menjalankan peran sebagai Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kabupaten Luwu.
Melalui pendampingan kepada petani, Polbangtan Gowa mendorong penerapan teknologi pertanian modern, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta penguatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Luwu.
Demonstrasi drone AeroTani menjadi salah satu upaya memperkenalkan teknologi pertanian presisi kepada petani. Penggunaan drone dinilai mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan, menghemat waktu dan tenaga, serta mendukung modernisasi sektor pertanian.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa menerbangkan drone pertanian untuk memperagakan pemanfaatan teknologi dalam mendukung budidaya tanaman, mulai dari pemetaan lahan hingga aplikasi sarana produksi pertanian secara cepat, tepat, dan efisien.
Demonstrasi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari petani dan peserta kegiatan.
Pemanfaatan drone dinilai mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan, menghemat waktu dan tenaga, serta mendukung penerapan pertanian presisi yang menjadi salah satu fokus transformasi sektor pertanian nasional.
Kehadiran Polbangtan Gowa dalam Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung kebijakan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan melalui penguatan Brigade Pangan, pendampingan petani, serta penerapan inovasi teknologi di sektor pertanian.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi vokasi, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan kelompok tani, Gerakan Tanam Serempak di Kecamatan Lamasi Timur diharapkan mampu mempercepat indeks pertanaman, meningkatkan produksi padi nasional, serta memperkuat ketahanan pangan menuju Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum produksi nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
"Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah berbagai tantangan iklim. Pemerintah juga terus mendorong optimalisasi seluruh lahan pertanian yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah agar segera memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional," ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani.
"Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal," ujarnya.
Menurut Arsanti, pemerintah terus mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 bahkan IP 300 pada lahan yang telah mendapatkan intervensi program pemerintah.
Upaya tersebut didukung melalui penggunaan varietas unggul genjah, benih tahan kekeringan dan hama, teknologi budidaya adaptif iklim, pemupukan berimbang sesuai prinsip 4T, serta program pompanisasi untuk menjamin ketersediaan air di lahan pertanian.
Arsanti menyebut capaian sektor pertanian saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai sekitar 5,1 juta ton.
Di sisi lain, luas panen periode Juni–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 2,88 juta hektare dengan produksi padi sekitar 14,61 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Capaian ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Justru ini menjadi modal untuk terus meningkatkan produksi pangan nasional," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare merupakan langkah nyata dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang ditanami, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengawal pelaksanaannya di lapangan.(*)