TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Mimpi megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026 sirna.
Cristiano Ronaldo dkk harus angkat koper lebih dulu setelah tersingkir di babak 16 besar.
Portugal kalah 0-1 dari Spanyo, Selasa (7/7/2026) dini hari.
Baca juga: Tangis Bocah Penggemar Neymar, Kecewa Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Baca juga: Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Begini Reaksi Pendukung Tim Samba di Mamuju Tengah
Meski diselimuti rasa sedih, para fans Ronaldo di Bumi Lalla' Tassisara' julukan Mamuju Tengah memilih tetap legawa dan terus mengikuti gelaran Piala Dunia yang masih berlangsung hingga babak final nanti.
Namun, mereka mengakui antusiasme yang dirasakan tidak lagi sebesar saat CR7 dan Timnas Portugal masih berlaga.
Zulkarnain, seorang penggemar berat Ronaldo asal Mamuju Tengah, mengaku sangat terpukul dengan kekalahan Portugal.
Baginya, Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhir bagi sang idola yang kini berusia 41 tahun.
"Saya nonton pertandingan itu dengan penuh harap. Melihat Ronaldo menangis, rasanya dunia sepak bola saya ikut hancur," ujarnya dengan nada sendu saat ditemui di sebuah warung kopi di wilayah Topoyo, Mamuju Tengah, Selasa (7/7/2026).
"Ini Piala Dunia terakhirnya, dan saya berharap setidaknya ia bisa mencetak gol atau menang. Tapi, ya sudah, ini sepak bola," tambahnya.
Meskipun demikian, Zulkarnain mengaku akan tetap menonton sisa pertandingan Piala Dunia.
"Saya tetap akan nonton, mungkin tidak seantusias saat Portugal bermain. Tapi saya penasaran siapa yang akan menjadi juara di edisi yang menjadi akhir perjalanan Ronaldo ini," tuturnya.
Senada dengan Zulkarnain, Yusri, penggemar Ronaldo lainnya di Mamuju Tengah, juga mengungkapkan perasaan yang sama.
Ia mengaku kehilangan motivasi utama untuk menonton Piala Dunia setelah idolanya tersingkir.
"Buat saya, alasan utama nonton Piala Dunia ya untuk lihat Ronaldo. Sekarang dia sudah pulang, semangat saya agak turun," katanya.
Namun, Yusri berusaha untuk legawa.
Baginya, menjadi penggemar sejati berarti menerima kenyataan bahwa sang legenda suatu saat akan pensiun.
"Kita harus menerima kenyataan bahwa semua legenda pasti akan pensiun. Piala Dunia tetaplah Piala Dunia," tuturnya.
Euforia Piala Dunia 2026 memang masih terasa hingga ke pelosok negeri, termasuk di Mamuju Tengah.
Meski sorak-sorai untuk Ronaldo dan Portugal telah usai, para penggemar seperti Zulkarnain dan Yusri membuktikan bahwa cinta dan rasa hormat mereka kepada sang megabintang tak akan pernah padam.
Kini, mereka hanya bisa mengikuti turnamen dengan perasaan haru setelah kehilangan salah satu daya tarik terbesar di Piala Dunia 2026. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah