20 Ton Jambal Roti Pangandaran Terjual Selama Libur Sekolah
ferri amiril July 07, 2026 01:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pengunjung yang memadati kawasan wisata Pantai Pangandaran selama libur panjang sekolah tak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tapi juga mendongkrak penjualan oleh-oleh khas daerah. 

Satu di antaranya komoditas yang paling diburu wisatawan adalah ikan asin jambal roti khas Pangandaran.

Permintaan ikan asin jambal roti pada musim libur sekolah tahun 2026 ini cukup melonjak tajam hingga mencapai puluhan ton. 

Namun, tingginya permintaan itu justru dihadapkan pada persoalan klasik, yakni langkanya bahan baku ikan lokal berkualitas premium.

Pemilik kios Marta Jambal di Pangandaran, Maryati (44), mengatakan perputaran ekonomi di sentra pedagang ikan asin meningkat berkali-kali lipat selama musim libur sekolah. 

Baca juga: 3 Hari Razia Kendaraan Terkait Pajak di Kabupaten Pangandaran

Baca juga: 56 Wisatawan di Pangandaran Sempat Terpisah dari Rombongan

Jika pada hari biasa seluruh pedagang hanya menghabiskan sekitar 2 hingga 5 ton ikan, saat liburan jumlah itu melonjak drastis.

"Kalau hari libur di Pangandaran, dari seluruh penjual atau pedagang bisa habis sampai 20 ton," ujar Maryati kepada sejumlah wartawan di kiosnya, Selasa (7/7/2026) siang. 

Di balik tingginya permintaan, para pengrajin jambal roti justru kesulitan memperoleh pasokan ikan Kadukang atau lebih dikenal masyarakat sebagai ikan mentega. 

Jenis ikan ini merupakan bahan baku terbaik untuk menghasilkan jambal roti dengan tekstur lebih empuk dan cita rasa yang gurih.

Kelangkaan ikan Kadukang membuat harga jambal roti premium ikut merangkak naik. Saat ini, jambal roti berbahan ikan mentega dijual di kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

"Kalau yang mentega sekarang lagi langka. Barangnya ada juga sedikit, harganya sampai Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu per kilogram," katanya.

Sementara itu, jambal roti jenis biasa atau non-mentega juga mengalami kenaikan harga. Kini produk tersebut dijual sekitar Rp 120 ribu per kilogram setelah harga bahan bakunya naik.

Untuk menjaga produksi tetap berjalan, para pedagang terpaksa mendatangkan bahan baku ikan manyung dari luar daerah, seperti Jakarta dan kawasan Pantai Utara (Pantura). 

Langkah ini menjadi solusi sementara di tengah kosongnya pasokan ikan lokal dari nelayan Pangandaran.

Meski demikian, Maryati mengakui kualitas ikan lokal tetap sulit ditandingi. Menurutnya, ikan Kadukang hasil tangkapan nelayan Pangandaran memiliki rasa yang lebih khas.

"Karena, kita langsung diolah dalam kondisi segar tanpa melalui proses pembekuan dalam waktu lama seperti ikan yang didatangkan dari luar daerah," ucap Maryati.

Keunggulan lain jambal roti khas Pangandaran juga terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional. 

"Jadi, seluruh tahapan dikerjakan secara rumahan tanpa menggunakan bahan pengawet kimia," ujarnya.

Mulai dari proses penggaraman, fermentasi, hingga penjemuran, pembuatan jambal roti membutuhkan waktu sekitar satu minggu sebelum akhirnya siap dipasarkan kepada wisatawan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.