BANJARMASINPOST.CO.ID - Akhirnya presenter kondang Ruben Onsu memberi tanggapan terkait isu Sarwendah menjalani pesugihan di Gunung Kawi miring yang belakangan ini viral.
Isu pesugihan di Gunung Kawi mencuat di tengah perseteruan Sarwendah dengan Ruben Onsu terkait hak asuh anak.
Memang, publik sempat dihebohkan dengan spekulasi liar mengenai dugaan keterlibatan Sarwendah dalam praktik pesugihan di Gunung Kawi.
Mencuatnya isu ini setelah potongan video investigasi lama kembali viral dan memicu berbagai komentar negatif dari netizen.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ruben Onsu secara blakblakan memberikan pernyataan tegas saat berbincang dalam podcast di kanal YouTube Nanda Persada.
Ketika ditanya langsung oleh Nanda Persada mengenai kabar yang sedang ramai di media sosial terkait Gunung Kawi, Ruben Onsu merespons dengan tenang namun penuh penegasan.
Baca juga: Bongkar Tabiat Sarwendah Selama Nikah, Ruben Onsu Akui Sering Dikatai Cong: Pernah di Depan Anak
Ia menyatakan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam pusaran isu mistis tersebut.
"Nggak apa-apa. Tapi kalau tentang itu mungkin gue jawab di sini, gue tidak ada andil untuk jawab itu," ujar Ruben Onsu seperti dikutip dari Youtube Nanda Persada, Selasa (7/7/2026).
Bagi Ruben, memberikan komentar terhadap isu yang tidak berkaitan dengan fokus utamanya saat ini hanya akan membuang energi.
Ia memilih untuk tetap menjaga jarak dari narasi-narasi yang berkembang di luar sana.
Alih-alih menanggapi detail tudingan pesugihan tersebut, Ruben mengungkapkan bahwa prioritas hidupnya saat ini adalah masa depan anak-anaknya, terutama terkait proses hukum perceraian dan hak asuh.
"Karena yang gue fokus tentang hak asuh anak. Itu. Jadi gue tidak mau pecah fokus, tidak mau ini, nggak. Gue hanya ikut andil ketika berbicara tentang hak asuh anak. Itu doang," tambahnya.
Ayah tiga anak ini menegaskan bahwa ia ingin menjalani proses perpisahan ini dengan kepala dingin tanpa terganggu oleh isu-isu eksternal yang tidak relevan dengan kepentingan buah hatinya.
Lebih lanjut, Ruben Onsu juga menitipkan pesan penting terkait proses hukum yang akan berjalan di pengadilan.
Ia berharap, apa pun hasil akhir dari persidangan mengenai hak asuh anak, semua pihak harus patuh pada aturan yang berlaku.
"Karena hak asuh yang gue bahas ini Mas, mau siapa pun yang menang, gue cuman minta patuhi peraturan yang sudah ditentukan. Kita kan bercerai dari pengadilan, ikuti!" pungkas Ruben.
Sebagai informasi, Sarwendah sempat ramai dituding melakukan pesugihan. Namun isu tersebut dibantah tegas.
Kunjungan Sarwendah ke Gunung Kawi pada tahun 2021/2022 murni dilakukan demi kebutuhan profesional.
Saat itu, ia bersama Jordi Onsu dan tim manajemen tengah melakukan syuting konten horor bertajuk Kakak Beradik Podcast.
Pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya juga telah memberikan bantahan keras dan menyatakan bahwa kesuksesan yang diraih Sarwendah adalah hasil kerja keras, bukan pesugihan.
Bahkan, pihak Keraton Gunung Kawi melalui perwakilan Sanggar Pamujang, Ki Hijo, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada awal Juli 2026 atas keteledoran oknum kuncen yang mencatut nama sang artis.
Sebelumnya, Jordi Onsu menjawab isu Sarwendah menjalani pesugihan di Gunung Kawi.
Adik Ruben Onsu itu mengakui, saat itu Sarwendah pergi ke Gunung Kawi bersamanya.
Memang, Sarwendah tengah ramai menjadi perbincangan usai terseret isu pesugihan di Gunung Kawi.
Nama Sarwendah memang dikait-kaitkan dengan isu pesugihan di Gunung Kawi.
Isu ini menyebar usai viralnya video wawancara Marcel Radhival alias Pesulap Merah bersama seorang pria yang mengaku juru kunci Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.
Rumor pesugihan di Gunung Kawi ini semakin santer berembus dengan beredarnya video yang memperlihatkan Sarwendah berkunjung ke tempat tersebut.
Lama bungkam, Sarwendah akhirnya mengungkap bantahannya saat melakukan live streaming.
Momen ini terekam dalam Instagram @hiburanlayarsentuh pada Sabtu (4/7/2026).
Tak sendiri, ia menghubungi adik Ruben Onsu, Jordi Onsu untuk membeberkan fakta sebenarnya.
Terungkap keberadaan mereka berdua di tempat yang kerap dijadikan sebagai lokasi ritual pesugihan tersebut semata-mata karena syuting sebuah acara podcast, yakni Kakak Beradik Podcast (KBP).
“Oh my God gue yang ke dukun, apa enggak salah? Kebalik kali,” kata Sarwendah.
“Gimana Uncle? Kita syuting apa waktu itu? Coba jelasin,” ujarnya kepada Jordi Onsu.
“Ketika KBP dulu mah. Gunung Kawi. Itu perginya sama aku, guys,” ucap Jordi menambahkan.
Bukan hanya itu, pada kesempatan yang sama, Sarwendah awalnya menolak untuk pergi ke Gunung Kawi.
Namun, ia tetap berangkat atas perintah orang lain.
Hal ini dikuatkan dengan pengakuan Jordi Onsu yang menyebut keberadaan Sarwendah di Gunung Kawi tidak sendirian karena didampingi dirinya selaku pembawa acara.
“Aku disuruh bukan? Aku tadinya mau pergi enggak?” tanyanya kepada Jordi Onsu.
“Enggak mau. Terus Bunda jadi bintang tamu itu host-nya malah aku, sama lain-lain di sana gitu,” tuturnya menambahkan.
Ini bukan kali pertama Sarwendah membantah isu pesugihan di Gunung Kawi yang menyeret namanya.
Sebelumnya, kuasa hukum sang artis, Chris Sam Sewu membantah tegas tudingan ini. Pihaknya tidak segan-segan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.
“Ini kami diminta untuk menyampaikan juga bahwa itu sekali lagi framing. Saya enggak tahu motivasinya apa. Kami akan pelajari video-video yang beredar,” kata Chris Sam Sewu di YouTube Intens Investigasi pada 19 Mei 2026.
“Kalau memang video ini disebarkan atau memang di-framing menjelekkan nama baik lain kami, kami pasti akan melakukan upaya hukum seperti yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Gunung Kawi terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tepatnya, Gunung Kawi berada di Kecamatan Wonosari.
Gunung Kawi terkenal dengan pesarean atau pemakaman yang dikeramatkan. Di Pasarean itu terdapat makam Kanjeng Kyai Zakaria II (wafat 22 Januari 1871) dan Raden Mas Imam Soedjono (wafat 8 Februari 1876).
Mereka adalah tokoh bangsawan yang ikut menentang penjajah di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro. Mereka lari ke daerah Jawa bagian timur setelah kalah Perang Jawa.
Selama hidup, kedua tokoh ini banyak membantu menyebarkan Islam, hingga sampai kematiannya kharismanya tidak pudar. Terbukti dengan banyaknya peziarah yang datang ke pesarean. Terutama, 1 Muharram atau 1 Suro, banyak peziarah yang datang ke pesarean ini.
Kyai Zakaria yang dikenal dengan sebutan Eyang Jugo merupakan kerabat dari Keraton Kertosuro yang menjadi pengawal perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda, antara tahun 1825-1830.
Eyang Jugo ini merupakan buyut dari Susuhanan Pakubuwono I (yang memerintah Keraton Kertosuro 1705-1717).
Adapun, RM Imam Soedjono merupakan buyut dari Sultan Hamengku Buwono I (memerintah Keraton Yogyakarta pada 1755-1892).
Nilai sejarah yang melekat pada Gunung Kawi membuat kawasan tersebut menjadi tempat ziarah atau wisata religi. Masyarakat dari berbagai etnis berkunjung ke tempat tersebut untuk ziarah. Etnis Madura, Jawa serta Tionghoa kerap kerap ke lokasi itu.
Bahkan, ada peziarah yang datang untuk minta pesugihan.
Awalnya makam Eyang Jugo di Gunung Kawi tidak dikenal sebagai tempat pesugihan hingga datang sosok pria dari daratan Cina bernama Tamyang.
Dikisahkan, Eyang Jugo melakukan perjalanan ke daratan Cina. Suatu ketika, dia bertemu dengan seorang perempuan hamil yang kehilangan suaminya.
Kemudian, Eyang Jugo membantu ekonomi janda yang hidup dalam kemiskinan ini. Perempuan itu sangat senang dan berterima kasih dengan bantuan Eyang Jugo.
Eyang Jugo memang memiliki tabiat membantu sesama.
Saat, Eyang Jugo kembali ke pulau Jawa, dia berpesan kepada perempuan itu agar jika anaknya sudah besar disuruh datang ke Gunung Kawi di pulau Jawa. Anak janda miskin itu bernama Tamyang.
Pada era tahun 40 an, Tamyang datang ke Gunung Kawi. Dia ingin membalas kebaikan Eyang Jugo yang telah berbuat baik kepada ibunya. Maka, dia merawat makam itu dengan baik.
Pria yang sering berpakaian hitam-hitam ini merawat makam Eyang Jugo dan membangun tempat berdoa dengan gaya Cina.
Sejak itulah, peziarah ramai mengunjungi Gunung Kawi. Disekitar Gunung Kawi juga banyak bangunan-bangunan bergaya Cina.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)