Sesak Napas, Kaki Bengkak dan Radang Tenggorokan Bukan Hal Sepele, Itu Sinyal Katup Jantung Bocor
Anita K Wardhani July 07, 2026 01:38 PM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seringkali gejala seperti sesak napas saat bergerak, tubuh yang gampang letih, hingga pembengkakan pada kaki cuma dianggap sebagai efek samping dari penuaan atau sekadar kecapekan biasa.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia Primaya Hospital Kelapa Gading, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, mengungkapkan hal tersebut belum tentu demikian. 

Baca juga: Aktor Tio Pakusadewo Belum Siap Operasi Katup Jantung

Deretan keluhan tersebut rupanya bisa menjadi sinyal bahaya adanya kebocoran katup jantung yang butuh penanganan medis serius.

Menurutnya, mayoritas pasien baru berobat setelah penyakitnya masuk ke fase kronis, yang membuat opsi pengobatan menjadi kian terbatas.

"Banyak pasien datang ketika keluhan sudah berat, padahal gejala bukanlah penentu utama kapan tindakan harus dilakukan," kata Prof. Yoga di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini.


Kenali Gejalanya, Segera Obati Sebelum Katup Jantung Rusak Parah

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter begitu merasakan gejala awal seperti mudah lelah, kaki bengkak, atau sesak napas saat beraktivitas.

"Semakin dini kebocoran katup diketahui, semakin besar peluang memberikan terapi yang optimal sebelum fungsi jantung mengalami penurunan," ujar Prof. Yoga.

KESEHATAN - Foto ilustrasi sakit jantung. Penyakit jantung sangat dipengaruhi oleh pola makan, terutama konsumsi makanan ultra-proses.
KESEHATAN - Foto ilustrasi sakit jantung. Penyakit jantung sangat dipengaruhi oleh pola makan, terutama konsumsi makanan ultra-proses. (Pexels)

Prof. Yoga memaparkan pada fase yang sudah parah, rasa sesak tidak lagi muncul saat tubuh bergerak saja, melainkan juga ketika penderita sedang rebahan.

"Kalau sudah lebih berat, pasien sering terbangun saat tidur karena sesak sehingga harus tidur dalam posisi setengah duduk. Itu menandakan kondisinya sudah semakin berat," ungkapnya.

Selain lewat keluhan yang dirasakan pasien, tanda-tanda kerusakan katup ini sebenarnya bisa langsung diendus dokter lewat pemeriksaan fisik sederhana.

"Kadang saat diperiksa dengan stetoskop terdengar suara seperti aliran cairan melewati pipa yang bocor. Itu menjadi tanda adanya kebocoran katup," jelas Prof. Yoga.

Guna menegakkan diagnosis yang valid mengenai titik bocor dan tingkat keparahannya, diperlukan alat penunjang medis yang lebih spesifik.

"Untuk memastikan lokasi dan tingkat keparahannya, pemeriksaan yang paling akurat adalah ekokardiografi atau USG jantung," tambahnya.

Waspadai Radang Tenggorokan Masa Kecil dan Gaya Hidup

Faktor pemicu kebocoran katup jantung ini ternyata cukup beragam. Ada yang dipengaruhi oleh faktor usia dan penurunan fungsi organ, namun ada juga yang dipicu oleh Penyakit Jantung Rematik (PJR).

Penyakit Jantung Rematik ini umumnya berakar dari masalah infeksi tenggorokan di masa kecil yang diabaikan atau tidak diobati secara tuntas.

"Kerusakan katup baru muncul sekitar 10 sampai 15 tahun kemudian, sehingga banyak pasien baru mengalami kebocoran atau penyempitan katup saat berusia 30-an tahun," tuturnya.

Oleh sebab itu, Prof. Yoga mewanti-wanti para orangtua agar tidak meremehkan radang tenggorokan pada anak dan segera memberikan pengobatan yang benar.

Di samping itu, menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci utama untuk menekan risiko komplikasi penyakit lain yang secara tidak langsung merusak katup jantung.

"Tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kebiasaan merokok merupakan faktor risiko penyakit jantung yang pada akhirnya juga bisa menyebabkan gangguan pada katup jantung," ujar Prof. Yoga.

Sebagai langkah preventif, menjaga stabilitas tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, menjaga berat badan ideal, serta menyetop kebiasaan merokok menjadi proteksi terbaik bagi kesehatan jantung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.