DPRD Ungkap Investasi Surabaya Tembus Rp9,15 Triliun pada Triwulan Pertama 2026
Cak Sur July 07, 2026 02:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Realisasi investasi di Kota Surabaya mencatatkan kinerja impresif dengan menembus angka Rp9,15 triliun pada triwulan pertama tahun 2026.

Capaian tersebut menunjukkan daya tarik ibu kota Jawa Timur tetap kuat bagi pelaku usaha domestik maupun mancanegara.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai capaian itu sebagai sinyal positif di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Menurutnya, angka tersebut membuktikan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Pahlawan masih terjaga dengan baik.

"Ini artinya tingkat kepercayaan investor terhadap Surabaya masih terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global," kata politikus yang akrab disapa Thoni tersebut pada Selasa (7/7/2026).

Detail Capaian dan Sektor Dominan

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, realisasi investasi tersebut terdiri atas:

  • Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) non-UMK: Sebesar Rp8,63 triliun.
  • Penanaman Modal Asing (PMA): Sebesar Rp525,61 miliar.

Total capaian ini setara dengan 20,7 persen dari target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp44,26 triliun.

Adapun sektor hotel dan restoran menjadi kontributor terbesar investasi PMDN dengan nilai Rp1,43 triliun.

Sementara itu, investasi asing didominasi sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai Rp253,2 miliar.

Menjaga Iklim Investasi yang Kondusif

Thoni menekankan bahwa keberhasilan menarik modal harus dibarengi dengan pelayanan birokrasi yang efisien.

Ia mengingatkan pemerintah kota untuk tidak menghambat investor dengan prosedur yang tidak perlu.

"Yang harus dijaga sekarang adalah konsistensi pelayanan kepada pelaku usaha. Jangan sampai investor yang sudah percaya terhadap Surabaya justru menghadapi hambatan birokrasi yang tidak perlu," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari angka, melainkan dampak nyata bagi masyarakat.

Investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan usaha lokal, serta meningkatkan daya beli warga Surabaya secara merata.

Kesimpulan: Pertumbuhan investasi Rp9,15 triliun di Surabaya pada awal 2026 mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang stabil, dengan fokus utama pada sektor jasa, hotel, dan infrastruktur untuk mendongkrak ekonomi lokal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.