BWS Babel Siapkan Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Rangkui, Anggaran Capai Rp4 Miliar
Asmadi Pandapotan Siregar July 07, 2026 02:32 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung mulai mempersiapkan pelaksanaan pembangunan tanggul serta normalisasi alur Sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang pada Tahun Anggaran 2026. Program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di Kantor Camat Taman Sari, Selasa (7/7/2026).

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA) BWS Bangka Belitung, Agus Saputra, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rangkui.

Menurut Agus, nilai kontrak pekerjaan yang akan dilaksanakan tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan rencana awal yang sempat dianggarkan sebesar Rp12 miliar akibat adanya penyesuaian dalam proses penganggaran.

"Kami bersyukur anggaran ini masih bisa dipertahankan. Pada Juni lalu anggarannya berhasil diamankan sekitar Rp5 miliar dan nilai kontrak pekerjaan yang akan dilaksanakan kurang lebih Rp4 miliar," kata Agus kepada awak media, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap. Karena itu, BWS Bangka Belitung berharap dukungan masyarakat agar program penanganan banjir di Sungai Rangkui dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, dukungan publik menjadi salah satu faktor penting dalam pengusulan anggaran lanjutan ke pemerintah pusat. Dengan adanya kebutuhan yang nyata di lapangan, peluang untuk mendapatkan tambahan pendanaan dinilai akan semakin besar.

Agus mengungkapkan, target jangka panjang BWS Bangka Belitung adalah menyelesaikan peninggian tanggul secara menyeluruh mulai dari kawasan Pintu Air hingga ke bagian hilir Sungai Rangkui. Selain itu, normalisasi alur sungai juga diharapkan dapat dilakukan secara bertahap hingga tuntas.

"Harapan kami seluruh tanggul dari kawasan Pintu Air sampai ke hilir dapat ditinggikan dan normalisasi sungai bisa diselesaikan secara menyeluruh. Namun pelaksanaannya tentu menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia," ujarnya.

Sementara itu, warga Taman Sari, Baijuri, menyambut baik rencana pembangunan tanggul dan normalisasi sungai tersebut. Ia menilai program itu penting untuk mengurangi dampak banjir yang kerap dirasakan masyarakat di sekitar Sungai Rangkui.

Meski demikian, Baijuri berharap kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama selama proses pembangunan berlangsung. Ia meminta material yang digunakan sesuai spesifikasi sehingga hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.

"Kami mendukung pembangunan ini. Yang penting kualitasnya dijaga dan material yang digunakan benar-benar baik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu lama," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.