TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 260 calon siswa baru akan diterima di Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ajaran baru di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/6/2026).
Seluruh siswa dari berbagai kecamatan ini merupakan warga kurang mampu kategori desil satu dan dua.
Baca juga: Lowongan Kerja Kemenkes RI Juli 2026, Sarjana Baru Boleh Daftar, Kesempatan Berkarir Profesional
Baca juga: BPKAD Sulbar Hadiri Pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD 2027 Bersama Tim TAPD
Memprioritaskan anak-anak putus sekolah karena kekurangan biaya dan maupun belum pernah mengenyam pendidikan.
Perekrutan siswa baru untuk tahun ajaran baru ini difasilitasi oleh pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPH) dari Dinas Sosial (Dinsos) Polman.
Menggunakan data disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui By Name By Address (BNBA).
Proses di daerah hanya sebatas verifikasi dan validasi, data siswa serta persetujuan orangtua siswa melepas anaknya masuk SR.
“Jumlah yang akan di-SK kan bupati,” kata PIC program SR dari Dinsos Polman, Matotorang kepada wartawan.
Data 260 calon siswa baru ini terdiri dari siswa SD 80 orang, SMP 80 orang dan SMA 90 orang.
Data calon siswa baru ini sementara dalam pengurusan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani bupati Polman, H Samsul Mahmud.
Mattotorang menyebut pendamping KPH langsung mendatangi calon siswa ini berdasarkan data dari Kemensos RI.
“Jadi pendamping PKH yang validasi ke desa-desa berdasarkan data dari pusat, menyasar Kecamatan Binuang hingga Tinambung,” lanjutnya.
Disebutkan kendala dihadapi dalam perekrutan siswa baru dari kurang mampu ini ialah izin dari para orang tua.
Sejumlah orang tua menolak anaknya masuk SR karena harus tinggal dan menetap di asrama.
Mattotorang menyebut kuota untuk siswa SD dan SMP masing-masing berjumlah 90 orang, namun hanya 80 orang saja yang bersedia.
Padahal seluruh perlengkapan kebutuhan siswa selama sekolah ditanggung oleh pihak SR dan Kemensos RI.
Bahkan kata Mattotorang orang tua siswa juga dapat menerima bantuan modal usaha dan bedah rumah jika anaknya masuk sekolah rakyat.
“Orang tua siswa kita validasi, untuk dapat bantuan, baik itu berupa modal usaha jika punya usaha, dan bedah rumah jika rumahnya tidak layak huni,” ungkapnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli