Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa pastikan proyek trategis Nasional (PSN) akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Menjaga komitmen tersebut, ditetapkan tiga poin yang disebut menjadi prinsip pelaksanaan proyeksi bernilai Rp342 triliun itu. Yaitu:
Baca juga: Terbukti Selewengkan Dana Desa, KPN Hatu di Kecamatan Tehoru Ditetapkan Tersangka
Baca juga: Setelah Timnas Jerman, Belanda dan Brasil, Kini Koper Berbendera Portugal Ditarik Sepanjang JMP
Prinsip strategis itu disampaikan Lewerissa dihadapan Forum Masyarakat Tanimbar Maluku yang berkunjung ke Kantor Gubernur, Senin (6/7/2026).
Lanjutnya diharapakan semua elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dan tidak mudah terpengaruh berbagai narasi negatif yang dapat menghambat investasi.
Menurutnya, Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Blok Masela merupakan kesempatan bersejarah karena menjadi investasi terbesar yang pernah masuk ke Maluku sejak Indonesia merdeka.
Pertemuan bersama Forum Masyarakat Tanimbar Maluku itu turut dihadiri Ketua Forum Masyarakat Tanimbar Maluku Jan Atremax Terry beserta jajaran yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah Provinsi Maluku dalam menyukseskan agenda Groundbreaking Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang direncanakan berlangsung pertengahan Juli 2026.
Kabarnya, akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan Gas Laut Dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia.
Terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafuru dengan kedalaman laut 400-800 meter.
Adapun potensi gas dari lapangan abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa.
Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.
Konsep pembangunan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG planet akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya.
Selain itu, pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja. (*)