Pemkot Tasikmalaya Lakukan Mitigasi Bencana Lintas Sektor Hadapi Musim Kemarau
Dedy Herdiana July 07, 2026 05:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tengah mematangkan skema mitigasi komprehensif untuk menghadapi potensi bencana kekeringan, yang diprediksi puncaknya pada Agustus mendatang.

Adapun langkah yang dilakukan mencakup pemetaan wilayah rawan krisis air bersih, penyiapan armada tangki distribusi hingga memantau saluran irigasi dan spam milik Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral menghadapi situasi kemarau panjang.

Rakor ini untuk memetakan wilayah yang kerap terdampak kemarau hingga penyiapan armada tangki dan personel.

"Beberapa hal sudah saya sampaikan daerah mana saja yang rawan kekeringan, kedua pastikan fasilitas air termasuk spam yang sudah kita bangun, sekarang di ujinya nih, apakah spam berfungsi dengan baik atau tidak, untuk menyediakan air bagi masyarakat," ucap Viman ditemui TribunPriangan.com, disela-sela kegiatan, Selasa (7/7/2026).

Baca juga: 20 Tahun Sudah Menempati Rumah di Bantaran Cikunten Tasikmalaya, Soni Keluhkan Tebang Pilih

Viman menyebut, terkait ketahanan pangan saluran air ke sawah sawah, kemarin juga sudah dipantau oleh dinas pertanian berkoordinasi dengan BBWS.

"Alhamdulillah untuk BBWS yang alirannya untuk sungai cikunten diberikan suplai jadinya full setiap hari, kita memastikan bahwa sawah produktif airnya, terairi dengan baik," kata Viman.

Ia juga memastikan kesiapan LH, PUTR, BPBD, Kecamatan, Kelurahan, hingga RT dan RW untuk terus melakukan pemantauan di masing-masing sektoral.

"Kenapa harus semua bergerak, karena ini untuk memastikan bahwa suplai air terjaga, untuk LH pantau penumpukan sampah di saluran dan PUTR bisa mengecek saluran irigasi terjaga dengan baik," tegasnya.

Langkah inilah yang sedang dilakukan pemerintah daerah untuk menghadapi kemarau yang panjang.

"Jadi kita tidak hanya dari keamanannya, airnya dan juga pemetaan potensi kekeringan dari titik mana saja yang terdampak," pungkasnya.

Ditanyai soal anggaran, ia menuturkan akan menjadi prioritas. Apalagi ini masuknya kebencanaan, yang perlu bergerak bersama.

"Sudah pasti, kalau namanya bencana menjadi prioritas, sebelumnya spam kita bangun kan salah satunya untuk itu, menangani kemarau panjang, spam kita 19 titik, itu kan keberpihakan anggaran juga," ungkap Viman.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.