TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Sebuah mortir kaliber 60 yang dipastikan masih aktif menggegerkan warga Jalan Pucung RT 04 RW 08, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Senin (6/7/2026).
Benda peledak peninggalan lama itu baru ditemukan saat sebuah rumah hendak dibongkar untuk direnovasi, meski ternyata telah tersimpan di rumah tersebut selama puluhan tahun.
Mortir itu ditemukan tersimpan di dalam kantong plastik di area fondasi bangunan ketika proses pembongkaran rumah berlangsung.
Baca juga: Tim Hotman 911 Tanggapi Kabar Ada Pihak yang Minta Korban Aiptu N di Brebes Ganti Kuasa Hukum
Baca juga: Kronologi Tabrak Lari di Brebes, Kaki Penarik Becak Putus hingga Tersangkut di Ranting Pohon
Seorang pekerja bangunan yang menemukan bungkusan mencurigakan sempat membukanya dan mendapati sebuah proyektil militer berukuran sekitar lengan orang dewasa dengan kondisi dipenuhi karat.
Dari foto-foto yang beredar, secara fisik, mortir tersebut masih tampak utuh meski seluruh permukaannya telah diselimuti korosi tebal berwarna cokelat kehitaman.
Bentuknya menyerupai tetesan air dengan bagian tengah menggembung, ujung depan mengerucut sebagai tempat sumbu pemicu, serta bagian belakang dilengkapi sirip-sirip penyeimbang yang masih terlihat jelas.
Meski telah lama terkubur waktu, struktur luarnya tampak tetap kokoh.
Polisi memastikan mortir tersebut masih aktif sehingga berpotensi meledak apabila dipindahkan atau ditangani tanpa prosedur khusus.
Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo menjelaskan, mortir tersebut bukan berasal dari aktivitas kriminal baru, melainkan merupakan temuan lama yang disimpan oleh keluarga pemilik rumah.
"Informasi yang kami dapat, mortir tersebut sebenarnya sudah lama disimpan oleh kakek dari Bapak Imam Fauzi.
Dulu ditemukan di sawah, kemudian dibungkus dan disimpan di rumah.
Keluarga sendiri tidak mengetahui pasti lokasi penyimpanannya," kata Kompol Hengky, Selasa (7/7/2026).
Laporan itu diterima petugas sekitar pukul 11.30 WIB.
"Kita datang ke sana untuk mengamankan karena mortir tersebut masih berfungsi, masih aktif," imbuh Kompol Hengky.
Setelah memastikan kondisi mortir, Polsek Banyumanik segera berkoordinasi dengan Brimob, Koramil, serta Paldam Kodam IV/Diponegoro.
Sambil menunggu tim penjinak bahan peledak, lokasi penemuan dijaga ketat demi menghindari risiko yang dapat membahayakan warga sekitar.
Tim Paldam Kodam IV/Diponegoro yang dipimpin Peltu Ganet kemudian tiba di lokasi lebih dahulu.
Sekitar pukul 15.30 WIB, mortir dievakuasi dengan aman menggunakan prosedur khusus dan dibawa ke fasilitas Paldam Kodam IV/Diponegoro untuk penanganan lebih lanjut.
Sejumlah anggota TNI, personel kepolisian, pekerja bangunan, dan warga tampak memantau proses pengamanan hingga mortir berhasil dibawa keluar dari lokasi.
Kapolsek mengapresiasi langkah cepat warga yang memilih melapor kepada aparat dibanding mencoba memindahkan sendiri benda tersebut.
"Segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur oleh petugas yang berwenang," tegasnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada apabila menemukan benda-benda mencurigakan, terutama yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak.
"Kita tidak tahu, siapa tahu nanti akan terjadi peledakan kalau tidak diamankan.
Maka secepat mungkin hubungi Polsek atau Koramil agar bisa segera ditangani oleh Jihandak maupun Paldam Kodam IV/Diponegoro," pungkas dia. (rez)