TRIBUNJATENG.COM - Isu soal adanya pihak yang meminta keluarga MAN (30) korban kekerasan Aiptu N di Brebes mengganti kuasa hukum ditanggapi Tim Hotman 911.
Saat ini memang Tim Hotman 911 di Cirebon sedang mendampingi istri siri Aiptu N tersebut.
Isu itu mencuat setelah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengunggah pernyataan keras di media sosial dan menyinggung adanya oknum yang diduga berupaya membujuk keluarga korban agar tidak lagi menggunakan jasa tim Hotman 911.
Baca juga: Kondisi Terkini Korban KDRT Aiptu N di Cirebon, Dokter Ungkap Fakta Isu Belatung di Luka
Baca juga: Penampakan Rumah Lokasi Aiptu N Diduga Siksa dan Cekoki Sabu Istri Siri, Pak RT Sebut Tak Kenal MAN
Kuasa hukum korban dari Hotman 911, Raden Reza Pramadia, membenarkan pihaknya menerima laporan terkait dugaan tersebut.
Namun, hingga kini timnya masih melakukan penelusuran untuk memastikan siapa pihak yang menyampaikan permintaan tersebut.
"Jadi memang kita mendapat laporan dari pihak keluarga. Cuma kita belum lebih dalam lagi karena waktu itu sudah malam, jadi banyak yang sudah pulang juga.
Nah, sekarang baru mau kita tanya sebetulnya kenapa, siapa yang bilang. Karena memang ada oknum-oknum yang menyampaikan untuk mengganti pengacara atau menyediakan pengacara lain, itu memang ada.
Tapi lagi kita konfirmasi lagi dari pihak mana," ujar Reza saat ditemui di sela kunjungannya ke korban di RSD Gunung Jati Cirebon, Selasa (7/7/2026).
Meski isu tersebut mencuat, Reza menegaskan, tim Hotman 911 tidak akan mundur dan tetap berkomitmen mendampingi korban hingga proses hukum selesai.
Menurutnya, sejak awal timnya hadir untuk membantu korban memperoleh keadilan tanpa memandang berbagai dinamika yang muncul di tengah perjalanan kasus.
"Sebetulnya apa pun itu, kita tetap mengawal korban, membantu semaksimal mungkin karena komitmen kami adalah membantu korbannya yang sudah kami bantu sampai tuntas.
Jadi tidak ada masalah apa pun sebetulnya. Mau ada bahasa apa pun, kita tetap mendampingi," ucapnya.
Reza mengakui, pernyataan keras yang disampaikan Hotman Paris dilatarbelakangi rasa kecewa apabila dugaan tersebut benar terjadi.
Sebab selama ini, kata dia, tim Hotman 911 memberikan dukungan penuh kepada korban, termasuk dalam proses pendampingan hukum dan bantuan lainnya.
"Kalau misalnya memang benar seperti itu, kita juga pasti akan sangat kecewa karena di sini kita benar-benar mengeluarkan biaya sendiri, jadi benar-benar semuanya kita support," jelas dia.
Ia bahkan menyebut, pada hari yang sama tim Hotman 911 masih menyalurkan bantuan untuk korban dan keluarganya.
"Jadi hari ini pun kita memberi donasi-donasi yang akan nanti kita sampaikan ke yang di Cirebon maupun ke yang di Bandung nanti," katanya.
Di tengah polemik yang berkembang, Reza memastikan keluarga korban hingga saat ini masih memberikan kepercayaan penuh kepada tim Hotman 911.
Menurutnya, hubungan yang terjalin selama proses pendampingan membuat korban dan keluarga merasa nyaman untuk tetap didampingi oleh tim yang dipimpin Hotman Paris tersebut.
"Kalau pihak korban sih tetap memercayakan kepada kami karena sudah menganggap kita sebagai keluarga. Jadi apa pun itu pihak korban juga tetap percayanya kepada kami," ujarnya.
Selain mengawal proses hukum, tim kuasa hukum juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan MAN yang kini menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati Cirebon.
Reza mengungkapkan korban dijadwalkan menjalani visum sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung.
"Hari ini rencana sih mau divisum. Harusnya kemarin, karena menunggu surat pengantar visum dari Bareskrim.
Dan sekarang juga masih ada penambahan keterangan untuk pihak korban. Dari Bareskrim juga masih ada di sini dari kemarin, mereka menginap di Cirebon," ucap Reza.
Setelah proses visum selesai, pihaknya akan menunggu perkembangan penanganan perkara dari penyidik Polda Jawa Tengah yang saat ini menangani kasus tersebut.
"Kita nunggu visum selesai dulu, terus juga sambil menunggu kabar dari Polda Jateng untuk informasi lebih lanjut kasus yang sedang berjalan seperti apa untuk pihak terduga pelakunya," jelas dia.
Sebelumnya, Hotman Paris melalui video yang diunggah di media sosial mengaku menerima informasi mengenai adanya oknum aparat maupun pejabat yang diduga mendatangi keluarga korban dan menyarankan agar mengganti tim pengacara dari Hotman 911.
Dalam video tersebut, Hotman bahkan mengancam akan membuka identitas pihak yang diduga melakukan upaya tersebut apabila masih terus berupaya memengaruhi keluarga korban.
Sementara itu, kondisi MAN dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.
Tim medis RSD Gunung Jati menyebut kondisi korban stabil dan saat ini fokus perawatan diarahkan pada penyembuhan luka serta pemulihan psikologis korban.
Kasus yang menjerat seorang anggota aktif Polres Tegal Kota berpangkat Aiptu berinisial N itu sendiri masih dalam proses penyelidikan.
Seluruh tuduhan yang disampaikan korban saat ini masih didalami oleh penyidik, sementara asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (*)