TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jelang pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) putaran pertama besok, Prof Dr Iwantono MPhil, salah satu bakal calon Rektor, mengisi waktu dengan aktivitas ringan.
"Dua hari belakangan ini, saya main badminton dan melihat-lihat tanaman durian di kebun," kata Iwantono, Selasa (7/7/2026).
Menurut Prof Iwantono, badminton adalah hobby lama yang terus dipertahankannya, karena faedahnya yang besar untuk menjaga kebugaran tubuh dan kejernihan berfikir. Sementara main ke kebun, adalah cara dia untuk membuat suasana hati menjadi santai dan rileks.
"Seminggu terakhir ini, saya nggak mikirin target suara dan cara memperolehnya lagi. Soal-soal itu sudah tuntas minggu lalu. Hitungan kami bersama tim, pada putaran pertama ini, insyaallah nanti lolos ke babak tiga besar, dan akan berjuang nanti menjadi pemenang dalam kontestasi ini pada putaran berikutnya," ujarnya.
Pemungutan suara Senat Unri untuk pemilihan Rektor putaran pertama akan digelar Rabu (8/7/2026) di Ruang Siak Sri Indrapura Gedung Rektorat, Pekanbaru. Menurut jadwal yang disusun panitia, rangkaian acara akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan mendengarkan paparan Visi Misi dan Program Kerja delapan bakal calon rektor.
Mereka terdiri dari tujuh dosen Unri: Prof. Ahmad Fadli ST MT, Ph.D. (Fakultas Teknik), Prof Dr Elfizar SSi MKom (dosen FMIPA), Prof Firdaus (dosen Fakultas Hukum), Prof Dr H Iwantono SSi MPhil (Dekan FMIPA), Prof Dr Jimmi Copriady (Dekan FKIP), Dr Mexsasai Indra SH MH (Wakil Rektor Bidang Akademik), Prof Dr Nofrizal SPi MSi (Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Perikanan dan Kelautan). Serta satu alumni Unri, Aldrin Herwany SE MM PhD, yang kini jadi Perbanas Institute Jakarta.
Kemudian, dilanjutkan dengan agenda Pemilihan dan Penetapan Hasil Penjaringan Bakal Calon Rektor Unri periode 2026-2030. Pada pemilihan putaran pertama ini, sebanyak 62 orang anggota Senat Unri akan memberikan suaranya untuk menyaring tiga calon rektor dengan perolehan suara terbanyak. Sebelumnya, empat anggota senat mengundurkan diri, dan memilih tetap menjadi pejabat struktural (wakil dekan atau ketua program studi).
Prof Iwantono, optimis akan lolos ke tiga besar, meski tidak dengan perolehan suara terbanyak pertama. Pada pemilihan rektor di putaran kedua yang akan digelar 5 Agustus bulan depan, Menteri Diktisaintek, lewat utusannya, akan ikut memberikan suara.
Sesuai ketentuan, nilai suara mereka Menteri adalah 35 persen, dan sisanya 62 suara anggota senat bernilai 65 persen. "Jadi, kalau pun seorang calon yang lolos ke babak tiga besar dengan peroleh suara minimal 15 anggota senat, tetapi didukung full suara Menteri yang 35 persen, dia lah yang akan memenangkan kontestasi ini," ujarnya.
Menjawab pertanyaan, Prof Iwantono mengaku rileks saja, karena hasil validasi tim nya, dia sudah mengantongi suara diatas suara minimal itu. Bahkan, hari-hari terakhir ini, tim sukses beberapa bakal calon rektor yang ‘berpikir realistis’, juga menghubunginya untuk membangun sinergi suara yang baru, lebih solid, dan signifikan. "Kami sudah mencapai titik temu, dan membuang ego masing-masing, demi membangun Unri tercinta ini lebih baik ka depan," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)
Foto/Dok: Prof Dr Iwantono MPhil