BANGKAPOS.COM--Perjalanan Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia resmi berakhir.
Megabintang Portugal itu harus mengakhiri impian mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola setelah timnya tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Portugal dipastikan angkat koper usai kalah tipis 0-1 dari rival sekawasannya, Spanyol, dalam laga yang berlangsung dramatis pada Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Mikel Merino pada masa injury time, tepatnya menit ke-91, menjadi penentu kemenangan La Roja sekaligus mengubur harapan Portugal melangkah ke babak perempat final.
Kekalahan tersebut juga menjadi penutup perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia.
Sebelum turnamen dimulai, kapten Portugal itu telah memastikan Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terakhir yang diikutinya.
Bagi Ronaldo, kegagalan kali ini terasa begitu menyakitkan.
Setelah lebih dari dua dekade menjadi ikon sepak bola dunia dan mempersembahkan berbagai gelar bergengsi bagi klub maupun negaranya, trofi Piala Dunia tetap menjadi satu-satunya pencapaian besar yang belum mampu ia raih.
Sepanjang kariernya, Ronaldo berhasil memenangkan berbagai kompetisi elite bersama klub-klub yang dibelanya, termasuk Liga Champions Eropa, liga domestik di Inggris, Spanyol, dan Italia.
Di level tim nasional, ia juga sukses membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 serta UEFA Nations League. Namun, gelar juara dunia selalu menjadi mimpi yang belum pernah terwujud.
Prestasi terbaik Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada edisi 2006 di Jerman ketika Portugal berhasil menembus babak semifinal sebelum akhirnya disingkirkan Prancis.
Setelah itu, Portugal tidak pernah lagi mampu mencapai empat besar meski selalu diperkuat sang kapten.
Meski gagal mengangkat trofi Piala Dunia, Cristiano Ronaldo meninggalkan warisan yang sulit ditandingi pemain lain.
Sejak melakoni debut di Piala Dunia 2006, Ronaldo tercatat tampil dalam enam edisi putaran final secara beruntun hingga 2026.
Selama enam turnamen tersebut, ia membukukan 27 pertandingan dengan koleksi 11 gol.
Pada Piala Dunia 2026, Ronaldo kembali menorehkan sejarah setelah menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda.
Rekor itu tercipta ketika Portugal menghadapi Uzbekistan pada fase grup.
Gol tersebut sekaligus memperpanjang catatannya sebagai pemain yang selalu mencetak gol untuk Portugal di setiap Piala Dunia yang diikutinya.
Menariknya, selama bertahun-tahun Ronaldo dikenal sangat produktif pada fase grup, tetapi baru berhasil mencetak gol pertamanya di fase gugur pada Piala Dunia 2026.
Gol bersejarah itu lahir melalui titik penalti saat Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar.
Saat menghadapi Spanyol di babak 16 besar, Ronaldo kembali dipercaya tampil sebagai starter.
Penyerang berusia 41 tahun itu bermain penuh selama 90 menit dan beberapa kali berusaha membongkar pertahanan lawan.
Ia tercatat melepaskan tiga percobaan ke arah gawang, namun seluruh peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Portugal sebenarnya mampu mengimbangi permainan Spanyol sepanjang pertandingan.
Kedua tim saling menciptakan peluang, namun kokohnya lini pertahanan membuat skor tetap imbang hingga memasuki masa tambahan waktu.
Petaka datang pada menit ke-91 ketika Mikel Merino berhasil memanfaatkan peluang di kotak penalti untuk membawa Spanyol unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan sekaligus memastikan Portugal tersingkir dari turnamen.
Pelatih Portugal Roberto Martinez memberikan penghormatan kepada Cristiano Ronaldo usai pertandingan.
Menurut Martinez, sang kapten telah menunjukkan kepemimpinan luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi inspirasi bagi seluruh pemain muda Portugal.
Ia menilai Ronaldo telah memberikan segalanya demi mewujudkan impian membawa Portugal menjadi juara dunia.
"Kami akan selalu berterima kasih atas apa yang ia coba lakukan di Piala Dunia ini karena impian kami adalah menjadi juara dunia. Ia berjuang mewujudkan mimpi itu dengan memberikan contoh kepemimpinan yang luar biasa sebagai kapten," ujar Martinez.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyebut Ronaldo sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola dunia yang telah menginspirasi jutaan orang melalui dedikasi dan profesionalismenya.
Meski harus menutup karier Piala Dunia tanpa trofi juara, nama Cristiano Ronaldo dipastikan tetap dikenang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Rekor tampil di enam edisi Piala Dunia, koleksi gol yang konsisten, serta pengaruh besarnya terhadap perkembangan sepak bola Portugal menjadi warisan yang akan sulit dilupakan.
Kini, berakhir sudah perjalanan Ronaldo di panggung Piala Dunia. Mimpi mengangkat trofi emas memang tak pernah menjadi kenyataan, tetapi dedikasi, semangat juang, dan sederet rekor yang ditinggalkannya telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
(Kompas.com/Bangkapos.com/Posbelitung)