TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
Lahan yang diajukan Pemerintah Bengkalis untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat masih dievaluasi pemerintah pusat.
Hal ini diungkap langsung Kepala Dinas Sosial Bengkalis Hambali kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (7/7) siang. Menurut dia, Kementerian PUPR sudah meninjau lahan yang akan digunakan.
"Masih dalam proses. Masih menunggu persetujuan Kemsos dan PUPR Perwakilan Provinsi Riau untuk kepastian lahan yang akan digunakan," jelasnya.
Hambali mengatakan, dengan proses yang bergulir saat ini pihaknya memastikan tahapan pembangunan belum bisa dilaksanakan dalam tahun 2026 ini. Tahun depan atau 2027 akan diupayakan bisa masuk dalam tahapan pembangunan.
"Kita belum pastikan tahun 2027 Sekolah Rakyat sudah bisa dioperasikan. Yang jelas tahapan pembangunannya akan kita upayakan bisa berjalan di tahun depan," tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah Bengkalis sudah menyiapkan lahan kosong seluas 6,5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Lahan yang diusulkan berara di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis. Tepatnya di sekitaran Wonosari Tengah.
Lahan ini sudah dilakukan pembersihan, peninjauan dan penyampaian dokumen serta sudah sampai pada penerbitan sertifikat BPN.
Untuk pembangunan kapan dilakukan, sampai saat ini masih menunggu proses. Begitu juga sekolah yang akan di bangun tingkatan apa saja juga masih menunggu proses.
(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)