3 Kontroversi Wasit di Laga Argentina vs Mesir: Gol Dianulir VAR hingga Penalti Tak Diberikan
Arif Tio Buqi Abdulah July 08, 2026 09:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir tak hanya menyajikan comeback dramatis sang juara bertahan, tetapi juga memunculkan kontroversi terkait kepemimpinan wasit Francois Letexier.

Argentina sukses membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol untuk menang 3-2 atas Mesir di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Namun, hasil tersebut diwarnai sejumlah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) yang memicu protes keras dari kubu Mesir.

Meski begitu, kemenangan dramatis Argentina ini menegaskan bahwa La Albiceleste menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar Piala Dunia 2026 ini.

"Argentina juga menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi," kata Gigih dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

SAMBUT PESTA BOLA - Nofi Setiawan penjual jersey negara yang berlaga di Piala Dunia 2026 sedang memamerkan barang dagangannya di Mojosongo, Solo, Rabu (10/6/2026). Update ranking FIFA 48 peserta Piala Dunia 2026, Argentina kukuh di puncak, Ghana naik signifikan.
SAMBUT PESTA BOLA - Nofi Setiawan penjual jersey negara yang berlaga di Piala Dunia 2026 sedang memamerkan barang dagangannya di Mojosongo, Solo, Rabu (10/6/2026). Update ranking FIFA 48 peserta Piala Dunia 2026, Argentina kukuh di puncak, Ghana naik signifikan. (Tribunwow/Adi Manggala Saputro)

Pelatih Mesir Sebut Wasit Rugikan Timnya

Seusai pertandingan, pelatih Mesir, Hossam Hassan menilai terdapat keputusan yang merugikan timnya sepanjang pertandingan.

"Hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan selama pertandingan, serta faktor eksternal sebelum pertandingan dimulai," ujar Hossam Hassan, dikutip dari Marca.

"Tampaknya ada tekanan dari Argentina terhadap wasit, yang menyebabkan hasil ini; kami telah menyampaikan keberatan kami terhadap wasit tersebut."

Ia juga menyoroti salah satu insiden yang menurutnya seharusnya mendapat peninjauan VAR.

"Kita semua melihat bagaimana bajunya ditarik, tetapi permainan itu tidak ditinjau untuk membatalkan gol tersebut. Begitulah hidup, tidak adil," lanjutnya.

Daftar Kontroversi Wasit Argentina vs Mesir

1. Gol Kedua Mesir Dianulir Lewat VAR

PERAYAAN - Wanita asal Klaten mengenakan stiker Mesir di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).
PERAYAAN - Wanita asal Klaten mengenakan stiker Mesir di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Kontroversi pertama terjadi ketika Mesir masih unggul 1-0.

Mostafa Zico sempat menggandakan keunggulan setelah menyambar umpan Mohamed Salah dan membobol gawang Argentina. Bahkan, sang penyerang sudah merayakan gol dengan melepas jersey.

Namun beberapa saat kemudian, VAR memanggil François Letexier untuk meninjau proses terciptanya gol tersebut.

Setelah melihat tayangan ulang di monitor, Letexier memutuskan menganulir gol karena menilai terdapat pelanggaran pemain Mesir dalam fase pembangunan serangan sebelum bola masuk ke gawang.

Keputusan tersebut langsung memicu protes para pemain Mesir yang merasa gol tercipta secara sah.

Meski demikian, Zico akhirnya tetap mencetak gol pada menit ke-67 setelah memanfaatkan umpan Haissem Hassan untuk membawa Mesir unggul 2-0.

Berdasarkan Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB), VAR memang berwenang meninjau pelanggaran, handball, maupun offside yang terjadi dalam fase serangan yang berujung gol.

Jika ditemukan pelanggaran dalam proses tersebut, wasit berhak membatalkan gol.

Baca juga: Comeback Argentina Bikin Patah Hati Mesir di 16 Besar Piala Dunia, Lionel Messi Panen Sorotan

2. Mesir Mengklaim Layak Mendapat Penalti

Kontroversi kedua terjadi pada fase krusial menjelang akhir pertandingan.

Setelah Argentina berhasil menyamakan skor menjadi 2-2, Hamdy Fathy terjatuh di kotak penalti usai terlibat kontak dengan pemain Argentina.

Pemain Mesir langsung mengelilingi wasit dan meminta insiden tersebut ditinjau melalui VAR karena merasa terjadi pelanggaran yang seharusnya berbuah penalti.

Namun François Letexier memilih membiarkan permainan berlanjut tanpa melakukan on-field review.

Keputusan tersebut kembali memancing kemarahan kubu Mesir.

Dari situasi yang sama, Argentina justru melancarkan serangan balik cepat. Julian Alvarez mengirim umpan panjang kepada Lautaro Martinez yang kemudian mengirim bola ke depan gawang.

Enzo Fernandez menyambutnya dengan sundulan akurat pada menit ke-90+3 untuk memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

3. Hujan Kartu Kuning Warnai Akhir Laga

Memasuki masa-masa akhir pertandingan, tensi laga semakin tinggi.

Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning kepada kubu Mesir, dimulai dari kiper Mostafa Shobeir, kemudian Hamdy Fathy dan Marwan Attia.

Pelatih Hossam Hassan juga diganjar kartu kuning akibat melakukan protes keras terhadap keputusan wasit di pinggir lapangan.

Sementara itu, kapten Mesir Mohamed Salah beberapa kali terlihat berdiskusi dan menyampaikan protes kepada François Letexier di tengah suasana pertandingan yang memanas.

Usai peluit panjang berbunyi, para pemain Mesir tampak kecewa karena gagal mempertahankan keunggulan dua gol sekaligus menilai sejumlah keputusan wasit turut memengaruhi jalannya pertandingan.

Di sisi lain, Lionel Messi menjadi motor kebangkitan Argentina. Ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-83 setelah sebelumnya memberikan assist untuk gol Cristian Romero pada menit ke-79.

Gol kemenangan Enzo Fernandez di masa injury time memastikan Argentina menang 3-2 dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, Argentina akan menghadapi Swiss pada babak perempat final dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih empat tahun lalu.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.