Ekspor Timah 129,48 Juta Dolar AS pada Mei 2026, Turun 25,24 Persen Dibandingkan Mei 2025
suhendri July 08, 2026 09:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kinerja ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2026 mengalami kontraksi cukup dalam.

Penurunan ekspor komoditas timah menjadi faktor utama yang menekan nilai ekspor tersebut di tengah masih bertumbuhnya sejumlah komoditas nontimah.

Angka ini turun 25,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 206,04 juta dolar AS.

Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi Babel, Desiana Arbani Safari, menyebutkan, penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya ekspor timah yang masih mendominasi struktur ekspor daerah.

"Pada Mei 2026, nilai ekspor timah mencapai 129,48 juta dolar AS, turun 22,91 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 167,95 juta dolar AS," kata Desiana kepada Bangka Pos, Selasa (7/7/2026).

Kendati demikian, timah masih menjadi komoditas utama ekspor Babel dengan kontribusi lebih dari 84 persen terhadap total ekspor Negeri Serumpun Sebalai.

Sementara itu, ekspor komoditas nontimah juga belum mampu menopang penurunan tersebut.

Nilai ekspor nontimah tercatat 24,56 juta dolar AS pada Mei 2026 atau turun 35,52 persen secara tahunan dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 38,09 juta dolar AS.

Meski nilai ekspor timah pada Mei 2026 mengalami penurunan secara tahunan, kinerja ekspor timah secara kumulatif Januari-Mei 2026 ke 5 negara tujuan utama masih tumbuh 10,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tertinggi tercatat pada ekspor ke Tiongkok yang melonjak 59,55 persen, diikuti Korea Selatan sebesar 14,78 persen dan India sebesar 11,77 persen.

Sebaliknya, ekspor ke Singapura dan Belanda masih mengalami kontraksi masing-masing 59,89 persen dan 19,57 persen.

"Secara kumulatif selama Januari-Mei 2026, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor timah Bangka Belitung. Nilai ekspor timah ke negara tersebut mencapai 301,58 juta dolar AS atau menyumbang 43,35 persen dari total ekspor timah. Disusul Korea Selatan dengan pangsa 13,57 persen, India 10,16 persen, kemudian Singapura dan Belanda," tutur Desiana.

Adapun ekspor komoditas nontimah, kata Desiana, masih didominasi kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai ekspor 10,36 juta dolar AS atau berkontribusi 42,18 persen terhadap total ekspor nontimah pada Mei 2026.

Sementara itu, ekspor nontimah sepanjang Januari-Mei 2026 masih ditopang komoditas lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai 72,46 juta dolar AS atau hampir 49 persen dari total ekspor nontimah.

Komoditas lainnya yang memberikan kontribusi besar ialah bahan bakar mineral, ikan dan udang, kopi, teh dan rempah-rempah, serta karet dan barang dari karet.

Untuk pasar ekspor nontimah, Bangladesh menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor 46,38 juta dolar AS atau berkontribusi 31,33 persen terhadap total ekspor nontimah Januari–Mei 2026.

Posisi berikutnya ditempati Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Lima negara tujuan utama tersebut menyerap sekitar 80,97 persen total ekspor nontimah Bangka Belitung dan secara kumulatif masih mencatat pertumbuhan 9,80 persen dibandingkan periode Januari-Mei 2025, terutama didorong meningkatnya ekspor komoditas lemak dan minyak hewani maupun nabati. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.